kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

NPF Neto Industri Modal Ventura Naik Menjadi 2,02% per Juli 2026


Senin, 14 September 2026 / 20:30 WIB
NPF Neto Industri Modal Ventura Naik Menjadi 2,02% per Juli 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif PVML OJK, Agusman (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) neto industri modal ventura mengalami kenaikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, NPF neto industri modal ventura mencapai 2,02% per Juli 2026.

"Angkanya naik, jika dibandingkan posisi per Juli 2025 yang tercatat sebesar 1,70%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9).

Agusman menerangkan peningkatan tersebut disebabkan penurunan kemampuan bayar sebagian pasangan usaha. Oleh karena itu, dia mendorong industri modal modal ventura melakukan sejumlah upaya guna menekan risiko kenaikan NPF ke depannya.

Baca Juga: Simpanan LKM Meningkat 8,62% Menjadi Rp 630 Miliar per Juli 2026, Ini Kata Aslindo

"Industri modal ventura terus didorong memperkuat analisis kelayakan pasangan usaha, serta diversifikasi portofolio," ungkapnya.

Terkait kinerja, OJK menyampaikan nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,32 triliun per Juli 2026, atau mengalami kontraksi sebesar 0,46% secara Year on Year (YoY). Adapun nilai aset industri modal ventura per Juli 2026 sebesar Rp 27,69 triliun, atau bertumbuh 1,99% secara YoY.

Untuk mendorong kinerja, Agusman menilai bahwa sektor hijau dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Ke depannya, dia menyebut peluang dapat terus berkembang tentunya pada usaha yang mendukung pembiayaan berkelanjutan. 

Dalam menyalurkan pembiayaan, Agusman juga menekankan industri tetap memperhatikan manajemen risiko, prisip perhatian, tata kelola yang baik, dan paling penting adalah pelindungan konsumen.

Sementara itu, Agusman sempat menyebut fenomena tech winter perlu menjadi perhatian bagi industri modal ventura saat ini, khususnya untuk modal ventura berbasis Venture Capital Corporation (VCC). Agusman bilang hal itu membuat modal ventura cenderung lebih selektif dalam melakukan penyaluran.

Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agusman mengatakan industri modal ventura mulai melakukan penyesuaian strategi bisnis. Dia bilang salah satunya lain dengan memperluas kegiatan usaha kepada pasangan usaha dan/atau debitur yang bergerak di sektor riil. Hal itu juga sebagai bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi pasar. 

Baca Juga: Sentimen Pergantian Menkeu Angkat Saham Big Banks, Simak Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×