kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

Generali meluncurkan unit link syariah berbentuk wakaf


Rabu, 24 Januari 2018 / 16:59 WIB
Generali Luncurkan iPLAN


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan produk asuransi jiwa unit link berbasis syariah. Produk tersebut bernama Insurance Protection Linked Auto Navigation (iPLAN) Syariah. Adapun produk unit link syariah tersebut berbentuk wakaf.

Chief Executive Officer (CEO) Generali Indonesia, Edy Tuhirman mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar dengan 87% warganya menganut agama Islam. Ia meyakini jika potensi itu bisa dimaksimalkan, maka wakaf dapat mendorong pembangunan nasional.

"Serta kesejahteraan rakyat," katanya pada Rabu (24/1).

Keyakinan Edy itu didasarkan data Bank Indonesia, sektor sosial islam yang mencakup wakaf memiliki potensi sekira Rp 217 triliun.

Adapun nilai yang ditawarkan dalam produk iPLAN Syariah yakni, nasabah bisa berwakaf dengan kontribusi sebesar Rp 10.000 per hari, atau Rp 300 ribu per bulannya.

Kehadiran Unit Usaha Syariah (UUS) dan produk asuransi syariah ini juga mendapat dukungan dari Chief Executive Officer Global Business Lines & International Generali Group, Frederic De Courtouis dan Regional Officer for Asia, Roberto Leonardi. Pasalnya, UUS Syariah yang dikembangkan Generali Indonesia merupakan produk syariah pertama Generali Group.

Edy berharap, adanya produk asuransi di Indonesia bisa menjadi tolak ukur bagi Generali di negara lain untuk mengembangkan bisnis asuransi syariah.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi Generali Indonesia menjadi negara pertama di Generali Group yang mengembangkan produk berbasis syariah," tutup Edy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×