kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.887   17,00   0,10%
  • IDX 8.879   -5,54   -0,06%
  • KOMPAS100 1.232   5,40   0,44%
  • LQ45 874   6,97   0,80%
  • ISSI 325   0,76   0,23%
  • IDX30 446   5,50   1,25%
  • IDXHIDIV20 528   7,95   1,53%
  • IDX80 137   0,74   0,54%
  • IDXV30 146   2,22   1,54%
  • IDXQ30 143   1,62   1,15%

Hadapi 2026, Allianz Andalkan Agen dan Bancassurance


Selasa, 13 Januari 2026 / 13:36 WIB
Hadapi 2026, Allianz Andalkan Agen dan Bancassurance
ILUSTRASI. Pendapatan Premi Asuransi Allianz (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tahun 2026 ini, Allianz Indonesia yang membawahi Allianz Life Indonesia, Allianz Life Syariah Indonesia, dan Allianz Utama Indonesia telah memasang strategi untuk meningkatkan bisnis, aintaranya dnegan fokus pada dua jalur distribusi utama, keagenan dan bancassurance. Langkah ini sebagai upaya perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah industri asuransi yang semakin ketat dan sensitif terhadap kualitas layanan serta relevansi produk.

Melalui kanal keagenan Allianz Star Network (ASN), Allianz masih mengandalkan basis tenaga pemasar dalam jumlah besar sebagai mesin utama penjualan. Hingga kini, ASN ditopang lebih dari 40.000 business partner, mayoritas berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Namun, besarnya jumlah agen ini juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi kualitas advis dan kepatuhan terhadap standar pemasaran.

Secara kinerja, hingga kuartal III 2025 Allianz Indonesia berada di posisi kedua industri asuransi jiwa dan kesehatan. Dari kanal keagenan, perusahaan membukukan APE Rp 1,8 triliun, tumbuh 3,3% secara tahunan, dengan pangsa pasar 24,7%. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang relatif moderat, sekaligus menandakan bahwa ruang ekspansi masih terbuka, tetapi tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Allianz Optimistis Hadapi Tantangan Industri Asuransi Jiwa pada 2026

Himawan Purnama, Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia mengakui, bahwa peran agen tidak bisa lagi semata-mata ditekankan pada sisi penjualan. “Tantangan ke depan justru terletak pada peningkatan kualitas advis, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan membangun kepercayaan nasabah dalam jangka panjang isu yang selama ini kerap menjadi titik lemah industri asuransi,” katanya dalam siaran pers, Selasa (13/1).

Di jalur bancassurance, kinerja Allianz hingga kuartal III 2025 juga cenderung stabil, dengan APE Rp 1,1 triliun dan pangsa pasar 10,1%. Capaian ini menunjukkan posisi yang cukup kuat, tetapi belum dominan, terutama di tengah persaingan ketat antarperusahaan asuransi dan bank mitra.

Memasuki 2026, fokus Allianz di kanal ini diarahkan pada penyederhanaan proses, penyesuaian produk dengan profil nasabah bank, serta penguatan peran financial advisor. Namun, di balik narasi perbaikan layanan, tantangan utamanya tetap sama, bagaimana memastikan kualitas penjualan dan kepatuhan di lapangan berjalan seiring dengan target pertumbuhan.

Bagi Allianz, tahun 2026 tampaknya bukan hanya soal memperluas jangkauan distribusi, tetapi juga menguji sejauh mana model bisnis yang bertumpu pada agen dan bancassurance masih efektif untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan di industri yang semakin matang dan diawasi ketat.

Baca Juga: Allianz Life Tunjuk Gert de Rijke dan Nina Hatumena sebagai Direksi Baru

Selanjutnya: OCBC Sekuritas Gandeng Makmur, Buka Pintu Saham untuk 19 Juta Investor

Menarik Dibaca: 10 Siswa MISJ Ciptakan Traffigo, Solusi Kemacetan Penjemputan Siswa di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×