kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Harga Saham Asuransi Harta Aman (AHAP) Melejit, BEI Beri Label UMA


Selasa, 06 Januari 2026 / 10:25 WIB
Harga Saham Asuransi Harta Aman (AHAP) Melejit, BEI Beri Label UMA
ILUSTRASI. NULL (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) kembali melejit pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Saham AHAP hingga pukul 09.49 WIB naik 26,51% dari hari sebelumnya di level Rp 210 per saham.

Kenaikan tersebut melanjutkan laju saham AHAP terjadi pada Senin (5/1/2026) sebesar 34,96% di level Rp 166 per saham. 

Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin juga telah memperingatkan pergerakan saham AHAP yang dinilai tidak wajar. “Kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham AHAP yang di luar kebiasaan alias Unusual Market Activity (UMA),” ujar Kepala Divisi Pengawsan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono.

Baca Juga: Saham Asuransi Harta Aman (AHAP) Melambung, Ini Kinerja dan Rencananya Tambah Modal

Yulianto menyarankan, investor untuk melihat keterbukaan informasi perusahaan terakhir pada 23 Desember 2025 tentang laporan hasil public expose. 

Manajemen AHAP dalam paparan publik ekspose menjelaskan, AHAP mengalami tantangan deviasi pencapaian target pendapatan dan beban klaim. Selain itu, ia menyebut terjadi penurunan komisi reasuransi yang diterima sementara biaya akuisisi cenderung meningkat. 

Untuk itu pihaknya mengaku telah mencoba mengoptimalkan kerja sama dengan broker, agen, dan mitra kerja lain untuk menjaga produktifitas sambil mempertahankan kualitas risiko dalam upaya membentuk portfolio pertanggungan yang seimbang.

Tak hanya itu, AHAP mengaku mencoba optimalisasi program reasuransi untuk memperoleh kombinasi yang seimbang antara kapasitas, retensi, dan komisi reasuransi diterima. 

Saat ini, AHAP juga telah menunjuk 2 vendor dan AHAP secara terus menerus melakukan verifikasi terhadap kewajaran atas output yang dihasilkan oleh kedua vendor tersebut untuk menerapkan PSAK 117. "Laporan Keuangan yang disajikan sampai dengan Triwulan III / 2025 masih menggunakan PSAK 104,” papar manajemen dalam materi publik ekspose. Sehingga nantinya laporan keuangan versi PSAK 117 untuk posisi 31 Desember 2025. 

Hal ini seiring dengan kewajiban perusahaan yang memenuhi ekuitas minimum yang ditetapkan OJK pada tahun ini sebesar Rp 250 miliar untuk perusahaan asuransi, reasuransi Rp 500 miliar, asuransi syariah Rp 100 miliar dan reasuransi syariah Rp 200 miliar. Ketentuan itu harus dipenuhi maksimal pada 31 Desember tahun ini. 

Adapun tahap kedua yang berlaku pada 31 Desember 2028, perusahaan asuransi terbagi dua. KPPE I perusahaan asuransi diwajibkan memenuhi modal minimum Rp 500 miliar dan KPPE 2 Rp 1 triliun. 

Terkait implementasi tersebut, AHAP mengaku masih menunggu surat edaran dari OJK untuk memenuhi ketentuan tersebut. Apalagi nilai ekuitas AHAP masih belum diketahui lantaran masih dalam proses audit dengan ketentuan PSAK 117. 

Menurut manajemen AHAP, perusahaan baru akan menentukan nilai rights issue yang akan dihimpun jika hasil audit PSAK 117 sudah keluar. Tapi manajemen mengakui jika opsi untuk menambah modal akan menggunakan rights issue. Tapi nilainya masih akan bergantung dari audit dengan menggunakan data audit baru. 

Saat ini, mayoritas saham AHAP dimiliki oleh PT Asuransi Central Asia 62,58%, Sendra Gunawan 12,56% dan masyarakat 24,87%. 

Baca Juga: Pertumbuhan QRIS Bank Muamalat Mencapai 5 Juta Transaksi

Berdasarkan data kinerja perusahaan terbaru hingga November 2025, pendapatan premi bruto AHAP sebesar Rp 571,56 miliar. Pendapatan premi tersebut naik 5,47% secara tahunan dari periode sama tahun 2024 sebesar Rp 541,9 miliar. 

Sementara jumlah beban klaim AHAP juga naik 4,98% secara tahunan menjadi Rp 158,19 miliar hingga November 2025. Adapun pendapatan underwriting turun 7,69% secara tahunan menjadi Rp 231,8 miliar. 

Hingga November 2025, AHAP mencatatkan rugi komprehensif senilai Rp 18,59 miliar dari November 2024 yang masih untung Rp 2,17 miliar.

Pada neraca aset, total ekuitas AHAP menurun menjadi Rp 204,69 miliar pada akhir November 2025. Dari Desember 2024 sebesar Rp 218,27 miliar. Sementara total aset AHAP naik dari Rp 959,57 miliar menjadi Rp 1,06 triliun. 

  

Selanjutnya: Media Sosial China Sorot Penangkapan Maduro oleh Trump, Bisa Jadi Contoh untuk Taiwan

Menarik Dibaca: IHSG Ada Potensi Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×