kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Adira Finance Beberkan Tantangan yang Berpotensi Pengaruhi Kinerja pada Akhir 2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 10:21 WIB
Adira Finance Beberkan Tantangan yang Berpotensi Pengaruhi Kinerja pada Akhir 2026
ILUSTRASI. Adira Finance mencatat laba bersih naik 36,6% menjadi Rp 1,12 triliun dengan pendapatan tumbuh 8,7% menjadi Rp 6,5 triliun pada Semester I-2026 (Dok/Adira Finance)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance (ADMF) menyampaikan sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja hingga akhir 2026.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menerangkan salah satu tantangannya adalah dinamika kondisi makro ekonomi, baik dari sisi global maupun domestik, termasuk potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat. 

"Jika daya beli melemah dan permintaan pasar melambat, hal tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan pembiayaan baru," katanya kepada Kontan, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: OJK: Tarif Premi Asuransi EV di Negara Lain Lebih Tinggi Ketimbang Konvensional

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Gani menyebut, Adira Finance tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga kualitas pembiayaan dan memperkuat manajemen risiko. Selain itu, berfokus secara selektif menangkap peluang pada segmen yang masih memiliki fundamental kuat dan kebutuhan pembiayaan yang sehat.

Lebih lanjut, Gani menerangkan peluang pertumbuhan industri multifinance masih terbuka hingga akhir tahun ini, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan, serta pembiayaan untuk kebutuhan produktif dan konsumtif. 

Oleh karena itu, Gani mengatakan Adira Finance akan terus mendorong pertumbuhan secara berimbang pada segmen otomotif dan nonotomotif sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio. 

"Pengembangan setiap segmen akan tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar, profil risiko, dan kemampuan pembayaran konsumen agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan," ungkap Gani.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Adira Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,12 triliun pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 36,58% secara Year on Year (YoY).

Baca Juga: OJK Tetapkan Penggunaan Izin Usaha Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian

Adapun pertumbuhan laba tersebut salah satunya ditopang total pendapatan yang juga tumbuh 8,69% secara YoY, menjadi Rp 6,5 triliun pada Semester I-2026.

Jika menelaah pada laporan keuangan, Adira Finance mencatatkan total aset sebesar Rp 38,62 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 0,23% YoY. Senada dengan aset, total ekuitas Adira Finance juga tumbuh 2,93%, menjadi Rp 15,47 triliun pada Semester I-2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×