kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Himalaya raup pertumbuhan premi 18,1%


Kamis, 13 Maret 2014 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. PT Jaya Swarasa Agung Tbk mengawal penyelesaian pabrik baru di Sumedang.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Asuransi Himalaya Pelindung meraup pertumbuhan pendapatan premi bruto sebanyak 18,1% atau menjadi Rp 208,3 miliar hingga akhir tahun lalu.

Rilis dari lembaga pemeringkat efek ICRA Indonesia hari ini, Kamis (13/3) menyebutkan, pertumbuhan Asuransi Himalaya Pelindung yang ditopang lini usaha asuransi properti, kendaraan bermotor dan aneka.

Lini usaha asuransi properti berkontribusi sebesar 33,6% terhadap total premi perusahaan, sementara 24,2% premi berasal dari kendaraan bermotor dan 22,2% dari aneka.

Kendati pertumbuhan pendapatan premi brutonya cukup tinggi, secara netto, premi yang dikantongi Himalaya hanya naik tipis 3,9% menjadi sebesar Rp 111,6 miliar. Karena kinerjanya itu, Himalaya membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,1 miliar.

ICRA Indonesia menyematkan Himalaya dengan peringkat BBB+ atau triple B plus. Peringkat ini telah mempertimbangkan kinerja Himalaya.

“Peringkat dapat meningkat apabila Himalaya menunjukkan peningkatan kinerja dengan memperhatikan rasio kombinasinya atau memperkuat fleksibilitas finansialnya,” imbuh Kreshna D Armand, AVP – Analyst dari ICRA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×