kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Himalaya raup pertumbuhan premi 18,1%


Kamis, 13 Maret 2014 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. PT Jaya Swarasa Agung Tbk mengawal penyelesaian pabrik baru di Sumedang.


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Asuransi Himalaya Pelindung meraup pertumbuhan pendapatan premi bruto sebanyak 18,1% atau menjadi Rp 208,3 miliar hingga akhir tahun lalu.

Rilis dari lembaga pemeringkat efek ICRA Indonesia hari ini, Kamis (13/3) menyebutkan, pertumbuhan Asuransi Himalaya Pelindung yang ditopang lini usaha asuransi properti, kendaraan bermotor dan aneka.

Lini usaha asuransi properti berkontribusi sebesar 33,6% terhadap total premi perusahaan, sementara 24,2% premi berasal dari kendaraan bermotor dan 22,2% dari aneka.

Kendati pertumbuhan pendapatan premi brutonya cukup tinggi, secara netto, premi yang dikantongi Himalaya hanya naik tipis 3,9% menjadi sebesar Rp 111,6 miliar. Karena kinerjanya itu, Himalaya membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 2,1 miliar.

ICRA Indonesia menyematkan Himalaya dengan peringkat BBB+ atau triple B plus. Peringkat ini telah mempertimbangkan kinerja Himalaya.

“Peringkat dapat meningkat apabila Himalaya menunjukkan peningkatan kinerja dengan memperhatikan rasio kombinasinya atau memperkuat fleksibilitas finansialnya,” imbuh Kreshna D Armand, AVP – Analyst dari ICRA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×