Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. ICRA Indonesia (perusahaan pemeringkat) menurunkan peringkat kemampuan membayar klaim PT Asuransi Himalaya Pelindung dari BBB+ menjadi BBB dengan prospek negatif dari sebelumnya stabil.
Penurunan peringkat ini dipicu oleh kinerja Himalayan selama semester I-2014 yang penurunannya melebihi ekspektasi sebelumnya sebagai dampak dari perubahan regulasi dan lingkungan usaha. Peringkat yang diberikan ini mengindikasikan kemampuan membayar klaim yang moderat jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan asuransi lokal lainnya.
Kreshna D Armand, Assistant Vice President ICRA Indonesia mengatakan, peringkat ini telah mempertimbangkan kinerja Asuransi Himalaya yang melemah dan fleksibilitas finansial yang terbatas. “Mengingat, perusahaan bukan bagian dari grup besar yang dapat mendukung bisnis dan keuangan jika dibutuhkan,” tulis Kreshna dalam rilisnya, Kamis (11/9).
Di sisi lain, lanjut Kreshna, peringkat atas Asuransi Himalaya didukung oleh semakin terdiversifikasinya sumber produksi premi bruto dan permodalan yang masih di atas ketentuan minimum regulasi, namun dengan bantalan yang semakin menipis.
Prospek negatif juga mencerminkan risiko jangka pendek akan terjadinya penurunan modal lebih jauh apabila pelemahan kinerja tetap berlanjut. Jika Asuransi Himalaya dapat menunjukkan peningkatan pada profil labanya, maka prospek dapat direvisi kembali menjadi stabil. Peningkatan pada fleksibilitas finansial juga dapat berdampak positif pada peringkat.
Sekadar mengingatkan, per Juni 2014 Asuransi Himalaya membukukan premi bruto sebesar Rp 91,9 miliar dengan pendapatan premi neto mencapai Rp 59,5 miliar. Perusahaan mencatat rugi sebelum pajak Rp 5,3 miliar. Adapun, lini usaha properti menyumbang 30,5%, disusul oleh kendaraan bermotor 29% dan pengangkutan 10,4%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News