kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

IdScore Proyeksikan Paylater Naik Jelang Lebaran, Sudah Mulai 2 Bulan Lalu


Kamis, 27 Maret 2025 / 20:02 WIB
IdScore Proyeksikan Paylater Naik Jelang Lebaran, Sudah Mulai 2 Bulan Lalu
ILUSTRASI. PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore memproyeksi bahwa permintaan kredit Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater akan menunjukkan kenaikan jelang hari raya Idulfitri. Hal ini lantaran daya beli masyarakat Indonesia yang akan meningkat pada momen tersebut. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pefindo Biro Kredit atau IdScore memproyeksi bahwa permintaan kredit Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater akan menunjukkan kenaikan jelang hari raya Idulfitri. Hal ini lantaran daya beli masyarakat Indonesia yang akan meningkat pada momen tersebut. 

Direktur Utama IdScore, Tan Glant Saputrahadi, menyebutkan berdasarkan historical data di IdScore, pada Februari 2025, di mana H-2 bulan sebelum Lebaran, permintaan kredit paylater sudah menunjukkan kenaikan sebesar 0,49% dibandingkan bulan sebelumnya.

Selain itu, Tan mengatakan berdasarkan historical data di IdScore juga menunjukkan bahwa pada Maret 2025, atau H-1 bulan sebelum lebaran, permintaan kredit paylater naik signifikan sebesar 5,53% dibandingkan bulan sebelumnya. 

Kemudian, secara kredit nasional, dia menyebutkan bahwa IdScore mencatat telah terjadi peningkatan portofolio kredit selama H-1 bulan sebelum lebaran dengan rata-rata 2,29% dari 2022–2024. 

“Pada momentum lebaran, peningkatan mencapai 0,47%, dan H+1 bulan setelah Lebaran masih meningkat 1,27% dalam periode yang sama,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (25/3). 

Baca Juga: Terus Naik, NPF BNPL Perusahaan Pembiayaan Sentuh 3,37% per Januari 2025

Lebih lanjut, Tan juga memproyeksi bahwa momentum Lebaran berpengaruh terhadap kenaikan portofolio kredit hingga 2,29%. Ia mengatakan, jika hal tersebut tidak dikelola dengan baik dan hati-hati, maka dapat meningkatkan kredit macet atau non-performing loan (NPL) bagi penyedia kredit. 

“Karena bersarkan data IdScore, telah terjadi peningkatan NPL dari 0,52% pada sektor multifinancehingga 4,88% pada sektor fintech peer to peer (P2P) lending pada H+2 bulan setelah Lebaran, dalam rentang waktu 2022 hingga 2024,” ungkapnya. 

Untuk itu, Tan menegaskan bahwa penyelenggara layanan keuangan harus memperketat analisis risiko kredit dan memantau pola pembayaran untuk mengantisipasi lonjakan kredit macet saat Lebaran. 

“Para penyedia kredit tentu perlu memberikan edukasi keuangan yang baik, dan perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola utang dan pengeluaran,” imbuhnya. 

Baca Juga: IdScore: Bisnis Buy Now Pay Later (BNPL) Merekah, Portofolio Kredit Rp 35,64 Triliun

Tak hanya itu, Tan menuturkan bahwa penyelenggara kredit juga perlu melakukan penyesuaian kebijakan kredit, diantaranya yaitu dengan menerapkan persyaratan yang lebih ketat serta memberikan insentif bagi debitur yang disiplin, guna membantu mengurangi risiko. 

Menurut dia, program restrukturisasi kredit serta strategi penagihan yang persuasif juga perlu diterapkan penyelenggara kredit untuk mencegah gagal bayar. 

“Maka diversifikasi portofolio kredit juga penting agar tidak terlalu terkonsentrasi pada pinjaman konsumtif dan untuk menjaga stabilitas keuangan,” ujarnya.

Sebagai informasi, bisnis paylater multifinance makin merekah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan BNPL atau paylater perusahaan pembiayaan mencapai sebesar Rp 6,82 triliun per Desember 2024. Angka ini tumbuh 37,6% secara year on year (YoY).

Selanjutnya: Pemerintah Akan Usut Tuntas Proyek Meikarta yang Mangkrak, Ini Respons Lippo Karawaci

Menarik Dibaca: Dividen Bank Danamon (BDMN) Rp 113,85 per saham, Potensi Yield 4,6%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×