Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. IFG Life terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan sekaligus inklusi sosial di Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui program yang memberikan edukasi, akses perlindungan, serta peningkatan kapasitas bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Terbaru, IFG Life bekerja sama dengan Ruang Amal Indonesia menggelar kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Safety Riding, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online (ojol) tunarungu. Kegiatan tersebut juga didukung Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari, mengatakan dukungan pemerintah terhadap program tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan komitmen terhadap penyandang disabilitas tidak berhenti pada wacana.
Menurut Dyah, penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari pembangunan yang inklusif. Pemerintah juga ingin memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Baca Juga: IFG Life Bayarkan Klaim Rp 9,4 Triliun Hingga Juli 2026
“Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap. Pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” ujar Dyah dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Ia menambahkan, program kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat inklusi sosial bagi pengemudi ojol tunarungu. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan berkendara, tetapi juga memastikan para pengemudi memperoleh akses terhadap perlindungan sosial dan jaminan sosial ketenagakerjaan saat menjalankan aktivitasnya di jalan.
Dyah juga mengapresiasi Ruang Amal Indonesia, IFG Life, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: IFG Perkuat Ekosistem Perlindungan Hunian di Danantara Housing Expo 2026
Sementara itu, Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan kegiatan tersebut penting karena memberikan akses edukasi kepada pengemudi ojol penyandang disabilitas.
Menurutnya, pelatihan tersebut dapat memperluas wawasan peserta mengenai perencanaan keuangan dan keselamatan berkendara. Gatot berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan peserta dalam aktivitas sehari-hari.
Adapaun kegiatan tersebut diikuti oleh 60 pengemudi ojol tunarungu dari wilayah Jabodetabek yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan Indonesia (KOTRI).
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie mengungkapkan, jumlah pengemudi ojol tunarungu di wilayah Jabodetabek diperkirakan mencapai sekitar 1.300 orang. Karena itu, program edukasi dan penguatan kapasitas bagi kelompok tersebut dinilai masih memiliki ruang untuk terus diperluas. “Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan IFG Life,” kata Slamet.
Ia menilai pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok yang menghadapi kerentanan dalam dunia kerja. Karena itu, literasi keuangan dan pemahaman mengenai keselamatan berkendara menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi mereka.
Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, komunitas, dan lembaga terkait dalam memperluas inklusi. Tidak hanya melalui akses terhadap layanan dan perlindungan keuangan, tetapi juga dengan memberikan edukasi serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok penyandang disabilitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














