Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perluasan akses pembiayaan formal perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. Pasalnya, kemudahan memperoleh akses kredit juga harus disertai kemampuan mengelola kewajiban keuangan secara bijak dan sesuai kemampuan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang Oktober 2026 terdapat 6.446 kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Kegiatan itu menjangkau lebih dari 798.000 peserta di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut turut menghasilkan pembukaan 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun financial technology (fintech).
Pencapaian tersebut menunjukkan masih besarnya upaya yang diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan kualitas pemanfaatannya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono menegaskan, kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan industri jasa keuangan. "Industri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya," kata Dicky, belum lama ini.
Baca Juga: Prudential Indonesia Catat Klaim Surrender Turun 9% per September 2026
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT Atome Finance Indonesia berupaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai layanan pembiayaan formal. Perusahaan ini menyediakan konsultasi mengenai produk pembiayaan, termasuk penjelasan terkait hak dan kewajiban pengguna.
Direktur Utama PT Atome Finance Indonesia, Meri Ui mengatakan, edukasi agar masyarakat dapat mengenali berbagai pilihan pembiayaan sekaligus memahami karakteristik dan risikonya.
"Kami ingin mendekatkan informasi dan solusi pembiayaan kepada masyarakat agar mereka dapat mengenal pilihan pembiayaan formal yang aman, transparan, dan sesuai kebutuhan," ujar Meri, Sabtu (7/11).
Adapun layanan yang diperkenalkan Atome Finance mencakup fasilitas buy now pay later (BNPL) melalui berbagai kanal dan mitra perusahaan, pembiayaan kendaraan listrik roda dua, serta pembiayaan bagi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perusahaan berharap, pendekatan edukatif tersebut dapat mendorong pemanfaatan layanan pembiayaan yang lebih sehat dan terukur, sehingga perluasan akses kredit dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kemampuan membayar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
