kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.790   10,00   0,06%
  • IDX 8.125   2,17   0,03%
  • KOMPAS100 1.143   5,96   0,52%
  • LQ45 831   7,02   0,85%
  • ISSI 287   -2,20   -0,76%
  • IDX30 433   2,63   0,61%
  • IDXHIDIV20 519   3,95   0,77%
  • IDX80 128   1,02   0,80%
  • IDXV30 141   0,55   0,39%
  • IDXQ30 140   0,52   0,38%

IHSG jeblok, hasil investasi asuransi jiwa minus Rp 2,37 triliun


Jumat, 05 Oktober 2018 / 15:53 WIB
IHSG jeblok, hasil investasi asuransi jiwa minus Rp 2,37 triliun
ILUSTRASI. Layanan asuransi Astra Life


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja investasi industri asuransi jiwa hingga Agustus tahun ini masih jeblok. Kondisi pasar modal yang cenderung flutuatif membuat hasil investasi industri ini melempem.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Agustus 2018, hasil investasi industri asuransi jiwa jeblok di angka minus Rp 2,37 triliun. Sementara Agustus tahun lalu, hasil investasi masih positif di angka Rp 27,44 triliun.

Hasil investasi sebesar Rp 2,37 triliun, telah menunjukkan penguatan dibandingkan dua bulan sebelumnya. Posisi Juni 2018, hasil investasi industri asuransi jiwa minus Rp 7,50 triliun, dan posisi Juli di angka minus Rp 3,52 triliun.

Ketua Bersama Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maryoso Sumaryono menyebut, kondisi ini tidak lepas dari pergerakan pasar modal, seiring meningkatkan kekhawatiran investor terhadap perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China melalui pemberlakukan tarif ekspor serta impor. Apalagi pasar saham sedang bearish, atau mengalami tren penurunan dan pelemahan.

“Penurunan nilai investasi karena kondisi indeks harga saham gabungan sedang volatile dan bearish. Kemudian pasar obligasi turun, dan adanya perang dagang,” kata Maryoso di Jakarta, Kamis (4/10).

Mayoritas penempatan dana investasi industri asuransi jiwa masih didominasi pada instrumen reksadana dan saham. Maka dengan melemahnya kondisi pasar, kinerja investasi pun ikut memerah.

Hingga Agustus 2018, porsi dana investasi asuransi jiwa diparkir di keranjang reksadana mencapai 35,3%. Pada saat yang sama, penempatan dana di instrumen saham mencapai 30,2%.

Meski demikian, ia masih optimistis hasil investasi industri ini bakal membaik, meskipun tidak signifikan. Terlebih, sejumlah manajer investasi meramalkan IHSG akan berada di level 6000-an dan pasar obligasi menguat hingga akhir tahun 2018.

“Kami berharap hasil investasi bisa positif, walaupun pasar cenderung volatil. Sejumlah perusahaan telah menyiapkan strategi, termasuk dengan merubah portofolio investasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×