kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

IIF kantongi pinjaman dari JICA ¥ 8 miliar


Senin, 11 Desember 2017 / 14:53 WIB
IIF kantongi pinjaman dari JICA ¥ 8 miliar


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8 miliar dengan lembaga keuangan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Jakarta, Senin (11/12).

Kesepakatan ini memiliki tujuan untuk menyediakan mobilisasi dana swasta dan memberikan kontribusi perbaikan bisnis dan investasi di Indonesia. Adapun perjanjian pinjaman ini untuk proyek energi dan infrastruktur Indonesia.

Hingga kini, IIF telah berinvestasi di sektor jalan tol, pelabuhan laut, bandara, telekomunikasi, pembangkit tenaga air, pembangkir listrik tenaga gas dan energi terbarukan. Tahun ini, IIF diperkirakan akan memberikan total komitmen pinjaman infrastruktur lebih dari Rp 13 triliun.

Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono mengatakan, fasilitas ini merupakan bukti lain bagaimana pasar internasional telah memberikan kepercayaan kepada IIF. Perusahaan akan terus menunjukkan kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan dana tersebut guna mendorong proyek infrastruktur di Indonesia sebagai bagian dari fungsinya untuk menjadi katalisator pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Fasilitas ini juga menunjukkan komitmen IIF untuk mengembangkan proyek infrastruktur yang sesuai dengan standar sosial dan lingkungan terutama yang berkaitan dengan energi terbarukan," kata dia di Jakarta, Senin (11/12).

Asal tahu saja, JICA telah terus memberikan bantuan melalui kerja sama teknis dan hibah untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pembiayaan ini umumnya akan mendorong mobilisasi dana swasta untuk pembangunan infrastruktur, termasuk energi terbarukan di Indonesia.

"Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan bisnis dan investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui partisipasi sektor swasta dan selanjutnya diharapkan dapat mendukung perusahaan Jeoang dan pelaku internasional lainnya untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur di Indonesia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×