kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Incar Alfamart, ini target Dapen Pertamina


Minggu, 27 September 2015 / 23:08 WIB
Incar Alfamart, ini target Dapen Pertamina


Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dana pensiun (dapen) Pertamina tengah menyiapkan empat induk perusahaan (holding company). Salah satu holding tersebut adalah holding retail.

Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, Helmi Kamal Lubis menuturkan, pihaknya berkeinginan untuk mengakuisisi Alfamart di atas 5%. Namun hal ini masih terkendala. Dapen Pertamina masih maju mundur dalam proses akuisisi minimarket Alfamart.

Sudah sejak lama, dapen Pertamina ingin memiliki 7% saham Alfamart. Dana segar sebanyak Rp 2 triliun telah disiapkan. Namun, tampaknya belum ada titik temu antara kedua belah pihak, baik Alfamart maupun dapen Pertamina. Menurutnya, bisnis ritel cukup menjanjikan. Pensiunan Pertamina dapat menjalankan usaha ritel ini di masa tuanya.

Namun tujuan mulia ini menemui kendala. Dapen Pertamina tidak bisa memfasilitasi pensiunan membeli franchise (waralaba) Alfamart. Sebab biayanya sangat besar. Untuk diketahui, franchise satu Alfamart berkisar antara Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Dengan bengkaknya biaya tersebut maka pihak yang dapat memberikan pembiayaan adalah perbankan atau multifinance. Nantinya, pensiunan mencicil pembiayaan kepada bank atau multifinance setiap bulan. Selanjutnya, pemasukan dari Alfamart juga di bayarkan kepada bank atau multifinance.

"Pihak perbankan atau multifinance akan menerima dua pembayaran, yaitu melalui cicilan per bulan dan pemasukan dari Alfamart. Sisa uang cicilan akan tinggal di rekening pensiunan," papar Helmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×