kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,12   20,34   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Incar KUR, bankir optimis kredit UMKM deras di 2020


Minggu, 02 Februari 2020 / 18:44 WIB
Incar KUR, bankir optimis kredit UMKM deras di 2020
ILUSTRASI. Tahun ini diperkirakan tren pertumbuhan kredit bakal lebih menggeliat dibandingkan tahun 2019.. KONTAN/BAihaki/10/1/2020

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini diperkirakan tren pertumbuhan kredit bakal lebih menggeliat dibandingkan tahun 2019. Salah satunya tak lain didorong dari pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ditopang dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KUR memang menjadi incaran banyak bank, apalagi di tahun ini Pemerintah memutuskan untuk menurunkan suku bunga kredit KUR menjadi 6%. Sekaligus meningkatkan plafon anggaran dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun.

Baca Juga: Bankir prediksi kredit modal kerja bakal menggeliat tahun ini

Praktis, bukan bank pelat merah saja yang ingin ikut menyalurkan KUR. Bank Pembangunan Daerah (BPD) pun mulai tertarik. PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) misalnya yang sejak tahun 2019 lalu sudah berupaya untuk dapat ikut menyalurkan KUR tahun ini.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha menjelaskan, untuk dapat menjadi bank penyalur KUR bank harus memenuhi syarat non performing loan (NPL) di bawah 4%.

Hal ini nyatanya sudah berhasil dilakukan Bank Jatim. "NPL UMKM kami sudah di bawah 4%, banyak yang kami write off di akhir tahun. Sebelumnya NPL-nya di atas 5%," ujarnya belum lama ini.

Ia pun menyebut kalau Bank Jatim sudah mengajukan permohonan jatah KUR kepada pemerintah pusat. Bila terwujud, bank bersandi saham BJTM ini meyakini kredit UMKM bisa tumbuh lebih deras dari tahun lalu.

Baca Juga: Lelang SUN menggalang penawaran tinggi, Kemenkeu tetap antisipasi volatilitas




TERBARU

Close [X]
×