kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ingin naik kelas, Bank Yudha Bhakti (BBYB) akan rights issue hingga Rp 150 miliar


Selasa, 31 Desember 2019 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Bank Yudha Bhakti, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/01). Bank Yudha Bhakti (BBYB) akan rights issue hingga Rp 150 miliar tahun depan. KONTAN/Baihaki/26/01/2017


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Meski bisnis lewat pola channeling akan ditingkatkan, kontributor utama pembiayaan Bank Yudha Bhakti tahun depan masih tetap berasal dari segmen pensiunan. Jika tahun ini diperkirakan masih sekitar 70% maka tahun 2020 hanya akan turun sedikit.

Sementara hingga September 2019, penyaluran kredit bank ini hanya tercatat Rp 3,8 triliun, turun tipis 2,5% dari Desember 2018 sebesar Rp 3,9 triliun dan turun 7,3% dibandingkan September 2018.

Denny menjelaskan, penurunan tersebut lantaran pihaknya selektif dalam menyalurkan pembiayaan dan fokus memperbaiki rasio kredit bermasalah yang cukup tinggi tahun lalu.

Baca Juga: Kuartal I 2020, PP Properti (PPRO) akan menerbitakan obligasi senilai Rp 1,2 triliun

NPL gross Bank Yudha Bhakti ada di level 15,7% pada akhir 2018 dan NPL net 9,92%. Per September, rasio kredit bermasalah itu turun dengan NPL gross 5,39% dan NPL net 3,18%.

"Tahun 2018 kami lakukan hapus buku hampir Rp 200 miliar. Akibatnya, kami mengalami rugi sebesar Rp 138 miliar. Tapi tahun 2019 kami kembali mengalami perbaikan dengan mencatatkan laba bersih Rp 12,69 miliar per September," jelas Denny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×