kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini jawaban BNI Syariah soal FTV


Senin, 14 Januari 2013 / 17:18 WIB
Ini jawaban BNI Syariah soal FTV
ILUSTRASI. Hasil La Liga Spanyol Valencia vs Real Madrid: Los Blancos bekuk Los Che 1-2


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. BNI Syariah tetap optimistis mengejar target bisnis walaupun Bank Indonesia akan memberlakukan pembatasan rasio kredit alias Finance to Value (FTV) bagi bank syariah mulai April mendatang.

Executive Vice President BNI Syariah Kukuh Rahardjo memaparkan, perusahaannya yakin, target dari kredit pembiayaan rumah (KPR) perseroan bisa tumbuh. "BNI Syariah optimistis (KPR) tumbuh 20%-30 %," kata Kukuh di Jakarta, Senin (14/1).

Menurut Kukuh, KPR yang dipilih masyarakat di BNI Syariah umumnya ada pada harga Rp 250 juta sampai Rp 300 juta. "Dan kebanyakan rumah pertama," jelas Kukuh.

Kukuh yakin, kebijakan Finance to Value yang mempengaruhi besaran Down Payment (DP) KPR diyakini tak berpengaruh pada target perusahaan. "Karena masyarakat ingin membeli rumah pertama dengan membayar dana besar," ucapnya.

Kukuh mengatakan, berdasarkan data Perumnas, terdapat backlog sekitar 500.000 unit rumah. "Ini menunjukkan real demand cukup tinggi," katanya.

Ia menyebut, KPR adalah produk jawara dari BNI Syariah. Di tahun 2012, BNI Syariah berhasil memperoleh pertumbuhan KPR hingga 53,8 %, dari Rp 2,1 triliun di 2011 menjadi Rp 3,3 triliun di 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×