kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini jawaban BNI Syariah soal FTV


Senin, 14 Januari 2013 / 17:18 WIB
Ini jawaban BNI Syariah soal FTV
ILUSTRASI. Hasil La Liga Spanyol Valencia vs Real Madrid: Los Blancos bekuk Los Che 1-2


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. BNI Syariah tetap optimistis mengejar target bisnis walaupun Bank Indonesia akan memberlakukan pembatasan rasio kredit alias Finance to Value (FTV) bagi bank syariah mulai April mendatang.

Executive Vice President BNI Syariah Kukuh Rahardjo memaparkan, perusahaannya yakin, target dari kredit pembiayaan rumah (KPR) perseroan bisa tumbuh. "BNI Syariah optimistis (KPR) tumbuh 20%-30 %," kata Kukuh di Jakarta, Senin (14/1).

Menurut Kukuh, KPR yang dipilih masyarakat di BNI Syariah umumnya ada pada harga Rp 250 juta sampai Rp 300 juta. "Dan kebanyakan rumah pertama," jelas Kukuh.

Kukuh yakin, kebijakan Finance to Value yang mempengaruhi besaran Down Payment (DP) KPR diyakini tak berpengaruh pada target perusahaan. "Karena masyarakat ingin membeli rumah pertama dengan membayar dana besar," ucapnya.

Kukuh mengatakan, berdasarkan data Perumnas, terdapat backlog sekitar 500.000 unit rumah. "Ini menunjukkan real demand cukup tinggi," katanya.

Ia menyebut, KPR adalah produk jawara dari BNI Syariah. Di tahun 2012, BNI Syariah berhasil memperoleh pertumbuhan KPR hingga 53,8 %, dari Rp 2,1 triliun di 2011 menjadi Rp 3,3 triliun di 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×