kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Ini modus pencurian data nasabah kartu kredit


Jumat, 22 Maret 2013 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di dekat Jl. Margo Utomo yang ditutup di Yogyakarta, Rabu (7/7/2021). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah berawan hingga hujan sedang, menurut prakiraan BMKG. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) mengakui pencurian data nasabah kartu kredit dan kartu debit bisa saja terjadi. Hal ini menanggapi dugaan kasus pencurian data kartu kredit dan kartu debit di gerai Body Shop Indonesia.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan pencurian data nasabah kartu kredit kemungkinan terjadi ketika kartu konsumen digesek dua kali (double swipe) saat melakukan transaksi.

"Pencurian data kartu tersebut bisa terjadi jika data kartu digesek di kasir komputer milik merchant setelah transaksi di Electronic Data Capture (EDC) bank," kata Steve, Jumat (22/3).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, AKKI akan terus bekerja sama dengan segala pihak terkait, termasuk penyedia kartu pembayaran untuk memastikan penegakan terhadap regulasi pelarangan double swipe. Sehingga seluruh pemegang kebijakan dapat mencegah risiko-risiko terjadinya kasus seperti ini lagi.

"Saat ini kami tidak dapat memberikan komentar hingga proses investigasi rampung," tambahnya. (Didik Purwanto/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×