kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.021   23,00   0,13%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Ini strategi BRI Syariah untuk jaga likuiditas


Rabu, 03 Oktober 2018 / 18:51 WIB
ILUSTRASI. Pencatatan saham BRI Syariah (BRIS)


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Syariah Tbk (BRIS) berupaya menjaga likuiditas. Untuk itu, anak usaha BRI ini telah menyiapkan berbagai strategi.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah Indri Tri Handayani, menyatakan hingga akhir tahun BRI Syariah menargetkan dapat menjaga rasio pembiayaan terhadap pendanaan atau financing to deposit ratio (FDR) di level 80%-82%.

"Dengan kondisi ekonomi saat ini, bank dituntut untuk dapat menjaga likuiditas. Upaya menjaga likuiditas dilakukan dengan melakukan peningkatan penghimpunan dana," ujar Indri kepada Kontan.co.id, Rabu (3/10).

Indri menambahkan, pihaknya akan menghimpun dana lewat kerjasama dengan institusi pemerintahan dan lembaga pendidikan maupun kesehatan dalam pengelolaan payroll dan cash management system (CMS).

Selain itu, BRI Syariah juga akan menghimpun dana lewat kerjasama dengan e-commerce sebagai bank pilihan untuk bertransaksi. Juga fokus pada himpunan dana murah (CASA) melalui berbagai event serta promosi.

Indri menyatakan likuiditas Bank BRI Syariah per akhir bulan Agustus 2018 masih berada dalam kondisi baik.

"FDR Bank BRI Syariah pada saat ini masih bergerak di kisaran 76%-78%. Kondisi tersebut masih inline dengan kondisi industri perbankan syariah," jelas Indri.

Asal tahu saja, data OJK per Juli 2018, FDR bank Syariah berada di posisi 79,45%. Kondisi ini turun dari 80,51% di posisi Juli 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×