Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak orang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya digunakan untuk membelanjakan berbagai kebutuhan Lebaran, baik untuk perjalanan mudik bersama keluarga, kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang baik, THR bisa saja habis lebih cepat, bahkan sebelum Lebaran tiba.
Head of Marketing, Communications, and Customer Management Prudential Syariah, Adhi Nugraha Sugiharto mengatakan ada beberapa tips untuk mengelola THR menjelang lebara secara tepat.
Pertama, buat daftar prioritas pengeluaran. Ini penting agar dana yang diterima tiak habis begitu saja tanpa manfaat yang jelas. Mulailah dengan mencatat kebutuhan utama seperti makanan, pakaian, dan keperluan Lebaran lainnya. Setelah itu, tentukan mana yang benar-benar diperlukan dan mana yang bisa ditunda.
Kedua, sisihkan THR untuk ditabung. Langkah ini penting dalam menjaga kestabilan finansial. Tabungan dapat digunakan sebagai dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga atau kebutuhan mendesak di masa depan.
Baca Juga: Prudential Indonesia Prediksi Asuransi Kumpulan Terus Tumbuh di 2025, Ini Sebabnya
Ketiga, gunakan THR untuk melunasi utang. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi beban di masa depan. Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga tinggi terlebih dahulu agar tidak semakin membebani keuangan. “Bebas dari utang juga memberikan ketenangan pikiran dan memungkinkan lebih fokus mengelola pengeluaran serta mencapai tujuan finansial yang lebih besar,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (26/3).
Keempat, manfaatkan THR untuk sedekah dan berbagi melalui Zakat maupun Wakaf. Adhi bilang, beberapa polis asuransi syariah kini memiliki fitur wakaf, termasuk yang disediakan oleh Prudential Syariah.
Wakaf adalah fasilitas opsional yang dapat dipilih pemegang polis jika ingin mempergunakan manfaat asuransi yang diterima untuk kebajikan dengan mewakafkan manfaat melalui lembaga Wakaf yang telah memiliki perjanjian kerja sama dengan pengelola.
Porsi manfaat asuaransi yang bisa diwakafkan 45% dari total santunan asuransi dan 33.33% dari nilai tunai. “Prudential Syariah melalui Program Wakaf bekerja sama dengan lembaga nazhir yang telah terdaftar dan berizin dari Badan Wakaf Indonesia, untuk memastikan dana wakaf dikelola secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan,” ujar Adhi.
Kelima, melengkapi proteksi finansial dengan asuransi syariah. Bila sudah telah memiliki asuransi kesehatan dari kantor atau BPJS Kesehatan, mungkin ini saatnya untuk Anda melengkapi proteksi dengan asuransi jiwa syariah.
Baca Juga: Prudential Catat Kenaikan Klaim Partial Withdrawal 6% hingga Kuartal III-2024
“Agar perjalanan mudik lancar dan tetap merasa aman, memiliki proteksi bisa membantu untuk memberikan perlindungan finansial bagi keluarga. Pilih asuransi jiwa yang sejalan dengan nilai-nilai syariah dan memberikan manfaat bagi Anda dan keluarga,” saran Adhi.
Dia menambahkan, Prudential Syariah saat ini menawarkan beberapa produk yang bisa dipertimbangkan. Salah satunya adalah PRUCinta yang menawarkan perlindungan jiwa selama 20 tahun.
Produk ini menawarkan manfaat 400% dari santunan asuaransi bila perserta tertanggung meninggal dunia karens kecelakaan sebelum usia 70 tahun dalam periode 6 minggu sejak tanggal 1 Ramadan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Lalu ada PRUAnugerah Syariah. Produk asuransi seumur hidup (whole life) yang juga menyediakan manfaat santunan meninggal akibat Kecelakaan hingga 250% santunan asuransi jika meninggal akibat kecelakaan dan total 350% santunan asuransi jika Meninggal akibat Kecelakaan saat periode liburan Idulfitri, Umrah, dan Haji.
Selanjutnya: Bukalapak (BUKA) Siapkan Rp 1,9 Triliun untuk Buyback Tanpa RUPS
Menarik Dibaca: Ragam Promo Janji Jiwa Mudik: Mulai dari Buy 2 Get 1 Minuman hingga Cashback 100%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News