kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Investasi private fund lebih fleksibel


Jumat, 06 April 2018 / 16:24 WIB

Investasi private fund lebih fleksibel
ILUSTRASI. Mata uang rupiah pecahan Rp 50000 sebagai ilustrasi saham

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia memiliki perusahaan investasi nasional diklaim bakal menguntungkan banyak pihak. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah diajak kerjasama pun menaruh harapan besar dengan pembentukan private investment fund (PIF) ini.

Marciano H Herman, Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mengatakan, rencana pembentukan PIF ini dimaksudkan untuk memudahkan dana pensiun dan asuransi berinvestasi di bidang infrastruktur. "Investasi dilakukan lebih fleksibel, costumised dan terkoordinasi," kata dia, kepada KONTAN, kemarin.


Dia menambahkan, skema yang ditawarkan oleh PIF akan berbeda dengan apa yang dikerjakan dana pensiun dan asuransi selama ini. Biasanya, BUMN menanamkan modal lewat instrumen dana publik dan dilakukan sendiri atau kelompok kecil. "Dengan PIF skemanya disesuaikan keinginan oleh para pihak," jelas Marciano.

Keuntungan lain yang kelak bisa didapatkan oleh mitra investasi adalah pengelola investasi yang memiliki spesialisasi keahlian. "Pengetahuan atas produk investasi yang tersedia di pasar sehingga semuanya dapat dilakukan dengan lebih optimal dan efisien," kata Marciano.

Alternatif investasi

Hingga kini sudah ada 24 perusahaan BUMN terdiri dari dapen dan asuransi yang sepakat untuk ikut menanamkan modal di PIF. Diantaranya, Taspen, Askrindo, Asabri, dapen Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Jasa Marga, Telkom dan lainnya.

Saut Pardede, Direktur Utama Dana Pensiun BTN mengakui, selama ini berinvestasi di infrastruktur melalui public fund yakni obligasi. "Mungkin dengan skema ini bisa memberi alternatif lain untuk investasi di infrastruktur dari yang sudah ada sebelumnya," ujar dia.

Asabri pun menilai skema yang ditawarkan PIF bakal menjadi alternatif baru. Namun Asabri masih mempelajari skemanya. "Semua investasi selalu dipertimbangkan sesuai dengan potensi imbal hasil dan risikonya," ujar Direktur Keuangan dan Investasi Asabri Hari Setianto.

Marciano menjanjikan investasi PIF tetap memperhatikan good corporate governence namun menguntungkan. "Keuntungan didapat PIF akan dinikmati oleh semua pemegang saham termasuk dana pensiun atau asuransi jika mereka joint," jelas dia.

Meski sudah berangan-angan untung besar, sejatinya perusahaan cangkang ini belum terbentuk. Rencananya perusahaan pengelola investasi ini didirikan sebelum Lebaran. Kata Marciano, proses pencarian lahan investasi akan berjalan paralel.

Menurutnya, sementara pemegang saham pendiri yakni Bahana Kapital Investa dan Danareksa Capital mendirikan perusahaan investasi, BPUI juga menganalisa proyek. Hanya saja, Marciano masih enggan menyebut detail calon proyek yang akan dikucuri investasi.

Namun yang pasti proyek infrastruktur pemerintah akan menjadi target utama mereka. Menurut dia, proses pengelolaan dana sangat fleksibel yakni bisa proyek ada dulu baru ditawarkan ke investor potensial atau sebaliknya.


Reporter: Avanty Nurdiana, Tendi Mahadi
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0623 || diagnostic_web = 0.2839

Close [X]
×