Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) mencatatkan lonjakan jumlah Single Investor Identification (SID) sebesar 35,50% secara year-to-date (YTD) hingga Agustus 2025.
Capaian ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan reksadana kelolaan BRI-MI sebagai solusi investasi menuju merdeka finansial.
Baca Juga: Reksadana Campuran Masih Prospektif, Star Balanced Cetak Return 25,6% YTD
Direktur Utama BRI-MI Tina Meilina menegaskan, pertumbuhan jumlah investor menjadi bukti meningkatnya kepercayaan publik terhadap reksadana sebagai instrumen investasi yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan keuangan.
“Pertumbuhan SID sebesar 35,50% di tahun ini adalah sinyal kuat bahwa literasi dan minat investasi masyarakat terus meningkat. Ini momentum penting menuju masyarakat yang lebih inklusif dan merdeka secara finansial,” ujar Tina dalam siaran persnya, Minggu (31/8/2025).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksadana nasional hingga Juli 2025 telah menembus 16,5 juta investor, melonjak dari 11,4 juta pada akhir 2023. Artinya, ada lebih dari 5 juta investor baru dalam kurun 1,5 tahun terakhir.
Momentum tersebut sejalan dengan capaian BRI-MI yang berhasil tumbuh di atas rata-rata pasar, yakni 35,50% YTD per Agustus 2025.
Hal ini mempertegas posisi BRI-MI sebagai salah satu manajer investasi yang mampu menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menghadirkan solusi investasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: BRI-MI Catat Dana Kelolaan Reksadana BSLD Tembus Rp1 Triliun dalam Sebulan
Produk Andalan Jadi Motor Pertumbuhan
Kontributor utama pertumbuhan investor BRI-MI datang dari dua produk unggulan. BRI Seruni Pasar Uang Syariah (SPUS) konsisten mencatat imbal hasil 5,44% YoY per 20 Agustus 2025.
Sementara produk anyar BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD) berhasil menghimpun dana kelolaan lebih dari Rp1 triliun (USD 61,7 juta) hanya dalam sebulan sejak diluncurkan pada Juli 2025.
Tina menambahkan, keberhasilan SPUS dan BSLD memperlihatkan kemampuan BRI-MI dalam menghadirkan produk tepat sasaran, baik bagi investor yang mengutamakan stabilitas maupun yang ingin mendiversifikasi portofolio melalui aset berbasis dolar.
Baca Juga: Reksadana Campuran Diproyeksi Masih Menarik di Semester II
“Ke depan, BRI-MI berkomitmen memperluas inklusivitas investasi dengan terus menghadirkan produk inovatif yang mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga investasi dapat menjadi bagian dari gaya hidup finansial masyarakat Indonesia,” tutup Tina.
Selanjutnya: Airlangga Bantah Sri Mulyani Mundur Jadi Menkeu
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News