Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
Pandangan serupa disampaikan analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer. Ia menilai dominasi domestik terjadi karena investor asing menahan langkah di tengah ketidakpastian global dan arah suku bunga.
"Saat harga terkoreksi, investor lokal memanfaatkan momentum akumulasi," katanya, seraya mengingatkan risiko jika pertumbuhan kredit melambat atau tekanan ekonomi meningkat.
Dari sisi fundamental, analis BRI Danareksa Abida Massi Armand menyoroti potensi tekanan dari perlambatan kredit yang bisa menekan margin dan laba. Risiko lain datang dari volatilitas arus dana asing serta perubahan suku bunga.
Baca Juga: BBRI, BBCA, BBNI & BMRI Terkoreksi Usai BI Tahan Suku Bunga, Cek Rekomendasi Analis
Meski demikian, dominasi investor domestik diperkirakan bertahan hingga ada kejelasan evaluasi MSCI, mengingat bobot saham perbankan Indonesia yang besar di indeks global.
Selama ketidakpastian berlanjut, penyesuaian portofolio asing memberi ruang bagi investor lokal, membuat pergerakan harga relatif lebih stabil—meski potensi kenaikan cenderung terbatas tanpa masuknya dana asing besar.
Dalam konteks taktis, Hendra menilai saham perbankan besar masih layak dicermati secara selektif.
BBCA dinilai menarik untuk speculative buy dengan target Rp 7.700, BMRI untuk trading buy dengan target Rp 5.600, sementara BBNI untuk speculative buy dengan target Rp 5.000—dengan catatan investor tetap mewaspadai dinamika kredit dan arah suku bunga.
Selanjutnya: Investor Saham SMGR Wajib Tahu! Harga Sudah Overbought, Ini Risiko Koreksinya
Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday 24-26 Februari 2026, Beli 1 Gratis 1 Bumbu Munik-Pakcoy
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)