kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,86   25,80   2.61%
  • EMAS954.000 0,21%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Jamkrindo serahkan mesin pengolah mangga dan sarana budidaya hidroponik


Rabu, 14 Oktober 2020 / 15:58 WIB
Jamkrindo serahkan mesin pengolah mangga dan sarana budidaya hidroponik
PT Jamkrindo menyerahkan paket bantuan mesin pengolah mangga menjadi keripik kepada UKM Saluyu dan sarana budidaya hortikultura sistem hidroponik kepada Asosiasi Homestay Ciletuh.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jamkrindo menyerahkan paket bantuan mesin pengolah mangga menjadi keripik kepada UKM Saluyu dan sarana budidaya hortikultura sistem hidroponik kepada Asosiasi Homestay Ciletuh.

Penyerahan program Bina Lingkungan Jamkrindo itu merupakan kelanjutan program pemberdayaan di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada anggota UKM Saluyu dan anggota Asosiasi Homestay Ciletuh di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto menjelaskan, perusahaan sudah memulai gerakan pemberdayaan masyarakat di Geopark Ciletuh itu pada 2019 dan akan berlanjut hingga tahun 2022 sesuai nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Direksi Jamkrindo dengan Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Baca Juga: Jamkrindo catat volume penjaminan KUR capai Rp 58,14 triliun per Agustus 2020

”Pemberdayaan masyarakat adalah bagian dari upaya kami berkontribusi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Sebagai perusahaan penjaminan kredit yang bisnisnya juga berkaitan dengan masyarakat, kami ingin ikut berkontribusi bagi masyarakat langsung,” ujar Randi dalam siaran pers, Rabu (14/10).

Mesin pengolah mangga diserahkan kepada anggota UKM Saluyu yang sebagian merupakan eks tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang memilih pulang kampung untuk membuka usaha di tengah terus meningkatnya popularitas Geopark Ciletuh.

Jamkrindo dan UKM Saluyu sejak awal tahun 2020 melakukan diskusi intensif dan pencarian ide usaha berbasis bahan baku lokal. Lalu, disepakati untuk memberi nilai tambah pada mangga yang merupakan salah satu komoditas lokal di Geopark Ciletuh.

Data dari Kecamatan Ciemas menunjukkan, kebun mangga milik masyarakat di wilayah itu mencapai sekitar 200 hektare dengan produksi ratusan ton selama masa puncak panen.

Setiap kali panen raya, harga mangga selalu jatuh karena tidak terserap pasar. Untuk itulah, UKM Saluyu berinisiatif menjaga harga di tingkat petani dengan menjadikannya bahan baku untuk keripik mangga.

Adapun bantuan prasarana budidaya hortikultura secara hidroponik diserahkan kepada Asosiasi Homestay Ciletuh untuk memberikan nilai tambah bagi homestay yang selama ini menjadi tempat singgah dan menginap wisatawan yang berkunjung ke Geopark Ciletuh.

Baca Juga: Jamkrindo catat penjaminan kredit modal kerja PEN mencapai Rp 4,48 triliun

Selain menjadi sumber bahan makanan untuk wisatawan yang menginap, budidaya sayuran secara hidroponik itu juga bisa menjadi sarana edukasi bagi wisatawan yang menginap.

Selain memberikan program Bina Lingkungan (BL), PT Jamkrindo juga memulai proses penyaluran Program Kemitraan (PK) untuk anggota Asosiasi Homestay Ciletuh (IHC).

Para anggota IHC membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan skala usaha karena jumlah wisatawan yang berkunjung ke Geopark Ciletuh, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×