Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menerapkan sejumlah strategi dalam meningkatkan kinerja penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu menerangkan salah satu strateginya adalah memperluas kemitraan strategis, memperkuat sinergi dengan bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta lembaga keuangan nonbank yang memenuhi kriteria penyalur KUR.
"Selain itu, menyediakan skema penjaminan yang fleksibel, tetapi tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance," ujarnya kepada Kontan, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Multifinance Masih Andalkan Pendanaan Bank, Penerbitan Obligasi Justru Anjlok 33,1%
Akhmad mengatakan Jamkrindo juga menerapkan penyesuaian term and condition kerja sama dengan karakteristik siklus bisnis di sektor pertanian, perikanan, dan industri kreatif.
Terkait kinerja, Akhmad menerangkan total volume penjaminan konsolidasi per September 2026 sebesar Rp 141,8 triliun. Nilainya bertumbuh 17%, dibandingkan posisi per Agustus 2026.
Dia juga mengatakan total volume penjaminan KUR korporat senilai Rp 138,1 triliun per September 2026. Nilainya bertumbuh 17%, jika dibandingkan per Agustus 2026. Adapun market share per September 2026 sebesar 60%, dengan rasio klaim KUR terjaga 59%.
Secara umum, Akhmad menerangkan portofolio penjaminan KUR menunjukkan tren yang meningkat sejalan dengan penugasan pemerintah.
Dia menyebut kinerja itu tercermin dari terjaganya pertumbuhan volume penjaminan setiap tahunnya untuk mengamankan likuiditas penyaluran kredit perbankan kepada jutaan debitur UMKM. Diiringi juga dengan pengelolaan rasio klaim yang terus dioptimalkan melalui perbaikan kualitas penjaminan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














