kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.015   41,00   0,24%
  • IDX 7.039   -98,16   -1,38%
  • KOMPAS100 973   -15,51   -1,57%
  • LQ45 717   -11,15   -1,53%
  • ISSI 245   -4,32   -1,73%
  • IDX30 389   -3,02   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -1,85   -0,38%
  • IDX80 109   -1,89   -1,70%
  • IDXV30 132   0,52   0,39%
  • IDXQ30 126   -0,67   -0,53%

Jaringan PRIMA siap mengikuti ketentuan BI Fast Payment


Rabu, 14 Agustus 2019 / 19:31 WIB
Jaringan PRIMA siap mengikuti ketentuan BI Fast Payment
ILUSTRASI. Kinerja jaringan PRIMA


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) saat ini tengah mengkaji pengembangan sistem pembayaran dalam sebuah platform BI Fast Payment. Nantinya, layanan tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat lantaran dapat diakses secara realtime dan nonstop sekaligus berbiaya murah.

Lewat upaya efisiensi ini, bank sentral akan mengupayakan penurunan biaya transfer antarbank dari sebelumnya sebesar Rp 6.500 menjadi Rp 3.500 dalam sekali transaksi. Merujuk artikel yang dimuat Kontan.co.id pada 17 Juni lalu, BI sudah melakukan uji coba sistem tersebut pada bulan Juli 2019.

Baca Juga: Bank Indonesia sempurnakan sistem kliring nasional

Salah satu pelaku industri yakni PT Rintis Sejahtera selaku penyelenggara jaringan PRIMA mengatakan sudah mengetahui hal tersebut dan menyambut baik seluruh keputusan regulator. Sebagai perusahaan switching, Rintis Sejahtera memang diharuskan untuk menjembatani dan berperan sebagai perantara dalam penyelenggaraan sistem pembayaran.

"Apapun ketentuan akan kami ikuti, kalau memang sudah menjadi syarat. BI juga selalu akan ikut sertakan semua industri sistem pembayaran." ujar Direktur Utama Rintis Sejahtera Iwan Setiawan di Jakarta, Rabu (14/8).

Baca Juga: Ada rencana penurunan biaya transfer antarbank, ini kata perusahaan switching

Adapun, BI Fast Payment merupakan transformasi dari sistem kliring nasional BI (SKNBI). Walau nantinya biaya transfer antar bank bisa menurun, pihak bank sentral menjamin hal tersebut tak akan menjadi masalah bagi industri sistem pembayaran. Sebabnya, dengan biaya yang lebih mini maka volume transaksi bakal meningkat tajam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×