Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai prospek bisnis asuransi kendaraan bermotor masih cukup terbuka hingga akhir tahun 2026 seiring pertumbuhan industri otomotif nasional yang masih berlanjut.
Pandangan itu sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026 atau tumbuh 2,9% secara tahunan. Lini bisnis ini menjadi kontributor premi terbesar kedua industri asuransi umum dengan pangsa pasar sebesar 17,3%.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan meningkatnya penjualan kendaraan dan aktivitas ekonomi berpotensi mendorong kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha terhadap perlindungan kendaraan.
“Kami melihat peluang pertumbuhan asuransi kendaraan masih cukup terbuka hingga akhir tahun. Hal ini didukung oleh tren positif industri otomotif nasional yang menunjukkan pertumbuhan pada tahun ini,” ujar Brellian kepada Kontan, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Stabil, Fokus Bergeser ke Sertifikasi dan Kualitas Agen
Ia memandang pertumbuhan premi industri asuransi umum pada kuartal pertama tahun ini juga menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk proteksi masih tetap terjaga.
Meski demikian, Brellian mengungkapkan premi asuransi kendaraan Jasindo hingga April 2026 masih berada di bawah pencapaian periode yang sama tahun lalu.
Melansir laporan keuangan perusahaan per Maret 2026, total premi bruto Jasindo tercatat sebesar Rp 630,76 miliar. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 729,56 miliar.
"Kami melihat adanya peluang perbaikan pada sisa tahun ini seiring pertumbuhan pasar otomotif, peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan, serta upaya perusahaan dalam memperkuat penetrasi pasar dan memperluas kerja sama bisnis," tuturnya.
Adapun data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit atau naik 1,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 205.539 unit.
Baca Juga: Relaksasi Kartu Kredit Diperpanjang, Bank Mandiri Optimistis Transaksi Makin Ngebut
Brellian menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi kinerja asuransi kendaraan saat ini, antara lain perkembangan penjualan kendaraan baru, pertumbuhan kredit atau pembiayaan otomotif, kondisi daya beli masyarakat, tingkat persaingan tarif di industri, serta preferensi konsumen terhadap produk perlindungan.
Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan aset dinilai menjadi faktor positif yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan.
Untuk menjaga kinerja, Jasindo terus memperkuat kolaborasi dengan perbankan, perusahaan pembiayaan, dan dealer kendaraan. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan kanal digital guna meningkatkan kemudahan akses dan kualitas layanan bagi nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













