Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, ia melihat peluang ATH pasti akan selalu ada untuk saham-saham emiten perbankan big caps ini. Menurutnya, itu semua tentu akan tergantung pada kinerja fundamental dari masing-masing bank.
Ia pun menilai proyeksi kinerja perbankan di 2024 ini juga memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi. Sebab, ada kemungkinan penurunan suku bunga yang bisa menurunkan biaya dana yang dikeluarkan perbankan.
Untuk saat ini, ia melihat target saham BMRI ada di level Rp 7.000 per saham, BBRI ada di level Rp 6.400 per saham, BBCA ada di level Rp 10.500 per saham, dan BBNI ada di level Rp 6.100 per saham.
Baca Juga: Sejumlah Bank Besar Bagi Dividen Interim, Simak Prospeknya
”Kalau di luar KBMI 4, Bank CIMB Niaga, BSI, dan BTN juga bisa memiliki prospek yang bagus,” ujarnya.
Sedikit berbeda, CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai pergerakan saham bank big caps ini akan terbatas jelang paparan kinerja 2023. Sebab, investor sudah cenderung mengantisipasi rilis kinerja tersebut sejak akhir tahun 2023.
Oleh karenanya, meskipun kinerja keuangan perbankan di 2024 ini bakal lebih bagus dari tahun sebelumnya, itu tak akan langsung terefleksi pada kinerja saham perbankan. Sebab, ekspektasi kinerja positif sudah dilihat investor sebelum 2024 terlebih jelang pembagian dividen final perbankan.
Baca Juga: Laba Bersih Melaju, ASII Akan Bagikan Dividen Lebih Tinggi
”Akselerasi pertumbuhan diperkirakan lebih lambat dibandingkan torehan tahun lalu karena ekpestasi positif 2024 sudah lebih dulu direspons investor. Peluang untuk new ATH tetap ada” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BRI Sunarso bilang tetap memiliki optimisme besar untuk menjalani iklim bisnis di 2024. Ia menilai saat ini BRI memiliki fundamental yang kuat dengan ditopang oleh stimulus fiskal.
Di sisi lain, faktor pemilihan umum bisa menjadi penopang pertumbuhan kinerja di tahun ini. Di mana, manajemen risiko perbankan saat ini sudah kuat karena telah menghadapi krisis berkali-kali. ”BRI juga telah memiliki sumber pertumbuhan baru yakni holding ultra mikro,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)