Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Kalimantan. Alhasil, kondisi tersebut membuat penerbangan dibatalkan hingga dialihkan.
Perusahaan asuransi PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menilai kondisi tersebut makin menegaskan relevansi asuransi perjalanan bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Corporate Secretary PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) Rahmat Dwiyanto mengatakan gangguan penerbangan akibat karhutla, baik keterlambatan maupun pembatalan penerbangan, merupakan risiko di luar kendali penumpang.
Baca Juga: Pembiayaan Investasi Industri Multifinance Turun 5,33% per Juni 2026
Hal itu berpotensi menimbulkan biaya tambahan, seperti perubahan jadwal penerbangan, akomodasi tambahan, maupun terganggunya rencana perjalanan. Oleh karena itu, dia mengatakan peran asuransi perjalanan begitu diperlukan.
"Asuransi perjalanan dapat memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko tersebut, dengan premi yang relatif terjangkau dan periode pertanggungan yang umumnya singkat," katanya kepada Kontan, Rabu (2/9/2026).
Dengan meningkatnya potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca dan lingkungan, Rahmat melihat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi perjalanan juga berpotensi terus meningkat ke depannya.
Lebih lanjut, Rahmat menyampaikan perusahaan saat ini masih melakukan monitoring dan pendataan terhadap laporan klaim asuransi perjalanan yang berkaitan dengan gangguan penerbangan akibat kejadian karhutla.
Dia menambahkan bahwa lini asuransi perjalanan masih menjadi salah satu kontributor utama bagi kinerja YOII per Juli 2026. Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, YOII mencatatkan premi bruto sebesar Rp 263,56 miliar per Juli 2026, sedangkan klaim bruto sebesar Rp 64,66 miliar.
Baca Juga: OCBC Indonesia: Nasabah Bisnis China Tumbuh 80% hingga Juli 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














