kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kembali dikabarkan merger dengan OVO, CEO DANA angkat bicara


Jumat, 19 Juni 2020 / 18:21 WIB
ILUSTRASI. Chief Executive Officer DANA Vincent Iswara. Kabar merger pemain uang elektronik digital OVO dan DANA kembali beredar.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar merger pemain uang elektronik digital OVO dan DANA kembali beredar. Bloomberg akhir pekan lalu mengabarkan, merger tersebut hampir terjadi. Merger itu guna mengurangi aksi bakar uang sekaligus menyaingi dompet digital lain, GoPay.

PT Espay Debit Indonesia Koe selaku operator uang elektronik DANA angkat bicara mengenai info tersebut. “Soal kabar DANA merger dengan OVO, kami enggak komen dari market rumor. Kami benar-benar sekarang adalah konsentrasi membuat produk-produk dan services yang membantu masyarakat Indonesia. Tim DANA ini sangat komitmen untuk lakukan itu semua selama masa pandemi ini kami lakukan PSBB, kami semua WFH, tapi produktivitas kami masih tetap naik sampai 20%,” ujar Chief Executive Officer DANA Vincent Iswara pada konferensi video, Jumat (19/6).

Sebenarnya kabar DANA merger dengan OVO juga sudah beredar sejak November 2019 lalu. Kala itu, Reuters mengabarkan Grab tertarik untuk membeli mayoritas saham DANA yang dimiliki oleh Elang Mahkota Teknologi (Emtek) dan Ant Financial untuk kemudian digabungkan dengan OVO. Dinyatakan Grab dan Lippo Group adalah pemegang saham OVO.

Baca Juga: Hingga pertengahan Mei 2020, transaksi pembayaran dompet digital DANA tumbuh 50%

Vincent menyatakan, saat ini DANA fokus pada mendigitalisasi para UMKM agar menggunakan DANA sebagai alat pembayaran transaksi. Dia mengatakan bahwa telah terjadi kenaikan transaksi 50% sejak awal tahun hingga pertengahan Mei 2020. Juga terjadi penambahan jumlah pengguna dari 30 juta di awal tahun menjadi 40 juta pengguna hingga saat ini.

PT Visionet Internasional sebagai pengelola OVO juga telah angkat bicara. Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih menyebutkan, pihaknya menyatakan belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar. “Saat ini kami (OVO) belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang beredar di market,” ujar Sinta kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Penuhi kebutuhan pengguna, transaksi OVO melonjak tajam sejak Ramadan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×