kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.963   4,00   0,02%
  • IDX 5.899   -3,11   -0,05%
  • KOMPAS100 783   0,24   0,03%
  • LQ45 590   0,83   0,14%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 336   0,72   0,21%
  • IDXHIDIV20 415   1,61   0,39%
  • IDX80 88   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   0,34   0,31%
  • IDXQ30 108   0,41   0,38%

Kenaikan BI Rate Berpotensi Pengaruhi Pembiayaan Modal Ventura


Senin, 08 Juni 2026 / 19:45 WIB
Kenaikan BI Rate Berpotensi Pengaruhi Pembiayaan Modal Ventura
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif PVML OJK, Agusman (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kenaikan BI Rate tersebut dapat berdampak terhadap industri modal ventura. Namun, dampak kenaikan BI Rate terhadap industri modal ventura bergantung pada model bisnis masing-masing perusahaan.

Secara rinci, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan untuk perusahaan modal ventura yang menjalankan pembiayaan berbasis utang atau Venture Debt Corporation (VDC), kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi biaya pembiayaan dan penyaluran dana. 

Baca Juga: Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp 15,6 Triliun pada 2025

"Dengan demikian, mendorong perusahaan menjadi lebih selektif dalam melakukan penyaluran pembiayaan dan pengelolaan risiko investasi," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/6).

Agusman menyampaikan untuk perusahaan modal ventura yang menjalankan kegiatan berbasis penyertaan modal atau Venture Capital Corporation (VCC), umumnya tidak berdampak langsung.

Sementara itu, OJK juga menilai pelemahan nilai tukar Rupiah dapat memberikan dampak terhadap bisnis industri modal ventura. Agusman mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah dapat meningkatkan risiko investasi, antara lain terkait eksposur terhadap pendanaan dalam valuta asing. 

"Kondisi itu juga berpotensi memengaruhi kinerja laba industri," ucapnya.

Namun, Agusman meyakini industri modal ventura diharapkan tetap mampu menjaga kinerja secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pengelolaan risiko yang baik, diversifikasi portofolio, serta penguatan tata kelola.

Sebagai informasi, OJK mencatat, nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,35 triliun per April 2026. Nilainya mengalami kontraksi sebesar 0,87% secara Year on Year (YoY).

Adapun nilai aset industri modal ventura per April 2026 sebesar Rp 27,73 triliun. Nilai itu meningkat sebesar 3,31% secara YoY. 

Baca Juga: BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi di Luar Negeri Kian Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×