kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Di Tengah Tech Winter, OJK Soroti Peluang AI bagi Modal Ventura


Minggu, 11 Januari 2026 / 21:02 WIB
Di Tengah Tech Winter, OJK Soroti Peluang AI bagi Modal Ventura
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) (Dado Ruvic/REUTERS)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang berkembang pesat dinilai membuka peluang baru bagi industri modal ventura.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai teknologi AI berpotensi dimanfaatkan baik melalui pendanaan langsung kepada perusahaan pengembang AI maupun secara tidak langsung lewat penerapannya di berbagai sektor ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, peluang tersebut dapat menjadi salah satu pendorong kinerja industri modal ventura ke depan.

Baca Juga: Masyarakat Masih Susah Menabung Meski Daya Beli Mulai Pulih

“Baik melalui pendanaan langsung kepada perusahaan pengembang AI maupun secara tidak langsung melalui penerapan AI pada sektor-sektor ekonomi lainnya,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Sabtu (10/1/2026).

Untuk tahun 2026, Agusman optimistis kinerja industri modal ventura masih berpeluang tumbuh positif, meskipun secara terbatas.

Optimisme ini didukung oleh peluang pendanaan kepada perusahaan rintisan (startup) yang telah mencatatkan profitabilitas.

Selain itu, Agusman menyebutkan ekspansi pembiayaan ke sektor hilirisasi serta peningkatan investasi berbasis syariah juga menjadi potensi pertumbuhan industri modal ventura ke depan.

Ia menambahkan, salah satu sektor yang berpotensi menjadi sasaran pembiayaan modal ventura pada 2026 adalah perdagangan besar dan eceran, termasuk jasa reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor.

Baca Juga: Premi Asuransi Komersial Tembus Rp 297,88 Triliun per November 2025

Meski demikian, Agusman mengingatkan industri modal ventura tetap perlu mewaspadai sejumlah tantangan, seperti dampak tech winter, dinamika perekonomian global, serta keterbatasan sumber pendanaan.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat laba bersih industri modal ventura mencapai Rp 579,77 miliar per November 2025.

Angka tersebut melonjak 150,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agusman menjelaskan, pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan serta perbaikan kualitas portofolio pembiayaan melalui strategi yang lebih selektif.

Sementara itu, OJK menilai dampak tech winter masih memengaruhi industri modal ventura hingga saat ini.

Tech winter sendiri merupakan periode penurunan signifikan dan berkepanjangan pada investasi teknologi serta aktivitas bisnis perusahaan rintisan.

Meski begitu, Agusman menilai dampak tech winter mulai lebih terkendali seiring dengan penyesuaian strategi investasi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Kinerja Asuransi Jiwa Belum Pulih, Premi Turun Jadi Rp 163 Triliun per November 2025

Industri modal ventura kini lebih fokus pada pembiayaan usaha dengan fundamental yang kuat dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, OJK mencatat nilai pembiayaan industri modal ventura mencapai Rp 16,29 triliun per November 2025 atau tumbuh 1,2% secara tahunan (year on year/YoY).

Sementara itu, nilai aset industri modal ventura tercatat sebesar Rp 27,12 triliun, meningkat 4,63% YoY.

Selanjutnya: Masyarakat Masih Susah Menabung Meski Daya Beli Mulai Pulih

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×