kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Kenapa BI kenakan biaya top up uang elektronik?


Jumat, 08 September 2017 / 15:26 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) bilang dalam waktu dekat akan mengeluarkan aturan mengenai pengenaan biaya isi ulang atau top up uang elektronik. Saat ini BI bersama perbankan sedang menggodok berapa pengenaan biaya top up yang pas.

Beredar kabar bahwa biaya top up uang elektronik yang akan dikenakan BI sebesar Rp 1.500 sampai Rp 2.000 tiap isi ulang. Rencana pengenaan biaya top ini awalnya akan diumumkan pada Kamis (7/9), namun karena beberapa hal pengumuman pengenaan uang elektronik ini ditunda.

Punky Purnomo Wibowo, Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI bilang dalam waku dekat regulator akan mengeluarkan aturan terkait ini.

"Saat ini harga (biaya top up) sedang difinalisasi," kata Punky kepada KONTAN, Jumat (8/9). Punky bilang biaya top up nanti diusahakan kurang dari Rp 1.500 - Rp 2.000.

Terkait pengenaan biaya top ini menurut Punky untuk mendorong elektronifikasi di moda transportasi khususnya jalan tol. Nantinya biaya top up ini akan digunakan bank untuk menyediakan alat isi ulang sehingga memudahkan masyarakat memperoleh uang elektronik dengan harga yang terjangkau, aman dan efisien.

Namun memang Punky mengakui pengenaan biaya ini akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Sehingga orang bisa tertarik untuk terus melakukan transaksi non tunai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×