kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kinerja bank syariah masih bergairah pada tahun 2019, bagaimana prospeknya di 2020?


Senin, 27 Januari 2020 / 18:05 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah di CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Senin (10/12).


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan syariah masih dapat meraih pertumbuhan intermediasi double digit di tengah lesunya pertumbuhan secara industri. Tahun lalu, penyaluran kredit perbankan cuma tumbuh 6,08%, jauh merosot dibandingkan pertumbuhan pada 2018 sebesar 11,7%.

Adapun per November 2019, bank-bank syariah tanah air berhasil mencatat pertumbuhan pembiayaan 10,21%. Melesat jauh dibandingkan raihan serupa tahun lalu sebesar 4,19%.

Kinerja serupa juga turut dicatatkan oleh PT Bank Syariah Mandiri, dari laporan bulanan per Desember tahun lalu yang berhasil menyalurkan pembiayaan Rp 74,89 triliun dengan pertumbuhan 10,95% (yoy).

Baca Juga: Begini strategi Bank BJB Syariah mengarungi bisnis di tahun 2020

“Pertumbuhan pembiayaan kami tahun lalu mencapai 11,5% (yoy) yang ditopang oleh segmen pembiayaan di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” kata Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan Bank Syariah Mandiri Putu Rahwidhiyasa kepada Kontan.co.id, Senin (27/1).

Mumpuninya kinerja intermediasi Bank Syariah Mandiri juga berhasil mengerek naik laba bersih yang diterima. Tahun lalu Bank Syariah Mandiri berhasil meraih laba bersih Rp 1,27 triliun dengan pertumbuhan mencapai 111% (yoy).

Tahun ini, entitas anak PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pun berharap segmen-segmen kredit tersebut masih akan jadi penopang pembiayaan yang ditargetkan di kisaran 10%-11%.




TERBARU

[X]
×