kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kinerja jaringan kantor luar negeri bank BUMN tumbuh pesat


Senin, 17 Februari 2020 / 22:54 WIB
Kinerja jaringan kantor luar negeri bank BUMN tumbuh pesat
ILUSTRASI. Warga mengantre untuk bertransaksi menggunakan ATM Bank BNI Cabang Hongkong usai hari lebaran, Jumat (7/6/2019). Kinerja kantor cabang luar negeri (KCLN) sejumlah bank pelat merah terus tumbuh.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja kantor cabang luar negeri (KCLN) sejumlah bank pelat merah terus tumbuh. Masing-masing bank terus berupaya mendorong pertumbuhan bisnisnya di manca negara, bahkan ada yang berencana ekspansi menambah kantor cabang.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) adalah salah satu bank yang tengah mempersiapkan rencana ekspansi penambahan KCLN. Bank ini ingin meningkatkan status kantor unit layanan BRI di Hong Kong jadi kantor cabang dan membuka kantor cabang baru di Taiwan. Potensi bisnis di dua negara itu dinilai cukup besar terutama untuk remitansi.

SEVP Treasury & Global Services BRI Listiarini Dewajanti mengungkapkan, peningkatan statsu BRI Hong Kong masih dalam proses. Proses tersebut sudah dilakukan selama dua tahunan terakhir. Menurut dia, hal itu masih cukup wajar karena BRI memang harus memenuhi regulasi negara setempat.

Rencana pembukaan kantor cabang di Taiwan juga masih dalam proses. Namun, kemungkinan prosesnya kemungkinan akan lebih cepat dibandingkan dengan Hong Kong. “Ini juga prosesnya akan terkait dengan regulator disana sehingga saya tidak bisa kasih target yang tepat kapan kantor ini bisa dibuka,” jelas Listiarini pada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Baca Juga: Sudah rilis laporan keuangan 2019, ini prospek saham bank BUMN selanjutnya

Sepanjang tahun 2019, tiga KCLN BRI tercatat membukukan laba bersih sebesar US$ 24,5 juta atau tumbuh 116% secara year on year (yoy). Tahun ini, labanya ditargetkan kurang lebih sama dengan tahun lalu karena kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Listiarini menerangkan, jaringan unit kerja BRi di luar negeri masih lebih kecil dibanding bank BUMN lain. Perseroan hanya punya dua unit kerja yang masih bersifat agency yakni di Singapura dan New York, serta satu kantor cabang penuh di Timor Leste.

BRI Singapura baru beroperasi Juli 2015 sehingga terbilang masih sangat muda. Namun, pertumbuhannya sangat pesat dan produktivitas pegawainya sangat tinggi. “Tahun lalu, profit sebelum provision BRI Singapura mencapai S$ 6,1 juta atau tumbuh 189% YoY padahal pegawainya hanya 16 orang,” jelas Listiarini.

Meski pertumbuhan BRI Singapura paling pesat namun kontribusi laba terbesar masih disumbang BRI New York yang sudah berusia lebih tua dengan kontribusi 68%. Tahun ini, BRI mengharapkan pertumbuhan laba unit kerjanya di luar negeri berasal dari trade finance, remitansi dan penyaluran kredit.

Untuk pengembangan jaringan luar negeri ke depan, Listiarini bilang, BRI akan mengkaji negara-negara di ASEAN karena memiliki kemiripan budaya, kedekatan geografi dan agar bisa meningkatkan volume perdagangan antar negara ASEAN.

Baca Juga: BTN yakin laba tahun ini tembus Rp 3 triliun

PT Bank Mandiri Tbk juga berencana melakukan ekspansi jaringan di luar negeri. Bank ini membidik tiga negara yakni Filipina, Malaysia dan Vietnam. Ketiganya dinilai punya potensi bisnis yang menjanjikan.

Ekspansi ke Filipina direncanakan lewat akuisisi bank setempat, sedangkan ekspansi dua negara lainnya direncanakan dengan mendirikan kantor cabang baru.
Namun, Direktur Treasury, International Banking & Special Asset Management Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, hingga saat ini belum ada update baru dari rencana ekspansi tersebut. “ Belum ada yang baru,” ujarnya.

Selama tahun 2019, Mandiri berhasil mencatat laba bersih kantor luar negeri US$ 92,62 juta. Perolehan itu merupakan kontribusi laba terbesar dalam 5 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 25%. Pendapatan jasa atau fee based income pun naik menjadi US$ 52,22 juta dari US$ 11,67 juta pada tahun 2015. Bank ini memiliki tujuh kantor luar negeri (KLN) yakni di Malaysia, Singapura, Timor Leste, Hongkong, Tiongkok, Cayman Islands dan UK.

Baca Juga: Tiga bank BUMN gelar RUPS minggu ini, siapa saja yang dirombak?

Kantor luar negeri PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga mencatatkan kinerja cukup bagus tahun lalu. Kontribusi labanya mencapai US$ 77,6 juta atau tumbuh 81,4% YoY. Itu menyumbang 5,7% terhadap laba BNI.

Tahun ini, BNI masih akan fokus mendorong bisnis di kantor cabang luar negeri yang sudah ada saat ini dengan fokus mendukung bisnis yang berkaitan dengan Indonesia yang bisa mendorong pertumbuhan ekspor. “Laba KCLN ditargetkan tumbuh di atas 10% tahun ini,” kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta.




TERBARU

Close [X]
×