kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Klaim asuransi syariah melebihi pertumbuhan premi


Jumat, 11 September 2015 / 17:04 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Lampu kuning mulai dinyalakan pelaku bisnis asuransi syariah. Kenaikan klaim yang melebihi pertumbuhan premi harus dihadapi dengan kehati-hatian.

Menurut data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), hingga semester pertama 2015 ini, industri membayarkan klaim sebesar Rp 1,7 triliun. Jumlah ini naik lebih dari 22% dibandingkan periode sama tahun kemarin.

Di saat yang sama, keniakan premi yang dicatatkan lebih rendah yakni sebesar 15,6% menjadi Rp 5,1 triliun. "Di tengah perlambatan ekonomi saat ini industri memang harus lebih berhati-hati," kata Ketua AASI Adi Pramana, Jumat (11/9).

Kenaikan klaim tertinggi terjadi di segmen reasuransi syariah. Kenaikan premi di segmen ini mencapai 70% menjadi Rp 122 miliar. Sementara di segmen asuransi jiwa syariah, kenaikan klaim mencapai 30% secara year on year.

Sampai bulan Juni kemarin, industri asuransi jiwa syariah membayar klaim sebesar Rp 1,3 triliun. Namun hal berbeda di industri asuransi umum syariah yang justru mencatatkan penurunan klaim sebesar 14,2% dibanding periode sama tahun lalu. Klaim dari segmen ini susut dari Rp 317 miliar menjadi Rp 272 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×