kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Klaim HIV/AIDS cair di asuransi jiwa tradisional


Senin, 17 Februari 2014 / 15:42 WIB
Klaim HIV/AIDS cair di asuransi jiwa tradisional
ILUSTRASI. Astra Honda Motor Catatkan Penjualan 2,27 Juta Unit Sepeda Motor Hingga Agustus 2022. KONTAN/Baihaki/1/3/2022


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Produk asuransi kesehatan memang masih mengecualikan risiko dari penyakit Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Tetapi, di produk asuransi jiwa tradisional, seperti endowment, risiko penyakit yang menular karena terjadinya kontak dalam darah tersebut tetap bisa diklaim.

De Jong Adrian, Direktur PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengungkapkan, klaim kematian karena risiko HIV/AIDS tetap bisa dicairkan sepanjang perlindungan jiwa tertanggung menggunakan produk asuransi jiwa tradisional. “Jika tertanggung meninggal, meski dalam kondisi HIV/AIDS, klaimnya bisa cair sesuai kontrak (uang pertanggungan),” ujarnya kepada KONTAN, Senin (17/2).

Namun, itu pun bukan berarti tanpa syarat. Perusahaan asuransi jiwa pelat merah itu mensyaratkan, saat mengajukan permohonan asuransi, tertanggung belum terjangkit HIV/AIDS. Selain itu, tertanggung juga tidak membungkus produk asuransi jiwa tradisionalnya dengan produk asuransi kesehatan. Karena, asuransi kesehatan belum menjamin risiko HIV/AIDS.

Berdasarkan pengalaman perseroan, De Jong mengaku, pihaknya telah beberapa kali mencairkan klaim kematian nasabah akibat HIV/AIDS. Klaim itu, sambung dia, murni untuk nasabah endowment yang terjangkit HIV/AIDS setelah beberapa tahun menjadi peserta perseroan. “Kasusnya memang jarang. Tetapi, ada yang pernah klaim kematian karena HIV/AIDS dan kami tetap bayarkan,” pungkasnya.

Jiwasraya sendiri merupakan perusahaan asuransi yang fokus pada produk asuransi jiwa tradisional. Dari total pendapatan premi sebesar Rp 5,7 triliun, sekitar 89% di antaranya merupakan produk asuransi jiwa tradisional, sedangkan sisanya berasal dari produk asuransi jiwa berbasis investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×