kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Korporasi Memupuk Dana di Simpanan, Tahan Ekspansi?


Rabu, 11 Maret 2026 / 19:16 WIB
Korporasi Memupuk Dana di Simpanan, Tahan Ekspansi?
ILUSTRASI. Perbankan Digital - Karyawan melayani nasabah di Digital Lounge CIMB Niaga (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simpanan korporasi terpantau tumbuh tinggi awal tahun ini, utamanya pada produk tabungan dan giro. Nampaknya, dunia usaha masih mempertahankan sikap hati-hati di tengah berbagai ketidakpastian yang membayangi. 

Data sementara Bank Indonesia (BI) menunjukkan simpanan korporasi perbankan tumbuh 18,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 4.902 triliun pada Januari 2026.

Berdasarkan jenis produknya, giro dan tabungan mencatatkan pertumbuhan paling signifikan, masing-masing sebesar 21,9% yoy dan 26,8% yoy. Jika dibandingkan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan giro dan tabungan mencapai 12,9% yoy dan 23% yoy. 

Menurut Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, tren ini disebabkan kombinasi faktor siklus bisnis dan sikap kehati-hatian korporasi. 

“Korporasi lebih memilih wait and see melihat perkembangan kondisi ekonomi saat ini,” kata Trioksa kepada Kontan, Rabu (11/3/2026). 

Baca Juga: Porsi Simpanan Berbunga di Atas Bunga Penjaminan Tinggi, Korporasi Paling Banyak

Pun, menurutnya kecenderungan bank menjaga likuiditas tebal ini masih bakal bertahan untuk beberapa waktu ke depan, sampai adanya peningkatan permintaan. Jika permintaan domestik menguat dan kondisi ekonomi global mulai kondusif, barulah korporasi mulai mengalihkan dananya ke belanja modal, ekspansi, dan investasi. 

Bank Central Asia (BCA) juga mencatatkan tren serupa. EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengungkapkan, total simpanan korporasi di BCA tumbuh 16,4% yoy menjadi Rp 414 triliun per Desember 2025. Secara komposisi, jumlah itu setara 34% dari total pendanaan di BCA. 

Pun, pertumbuhannya paling signifikan terjadi pada giro dan tabungan. Menurut Hera, itu sejalan dengan dinamika suku bunga, selain faktor strategi diversifikasi portofolio nasabah. 

Baca Juga: Dana Korporasi di Perbankan Naik, Pengusaha Pilih Tahan Ekspansi?

Ke depannya, BCA optimistis dapat menjaga komposisi pendanaan yang sehat dan kuat. “Kami mengandalkan berbagai produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya. 

CIMB Niaga pun mengalami hal serupa. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan bilang di awal tahun ini dana pihak ketiga (DPK) non ritel dan korporasi tumbuh hingga 21% yoy, didominasi giro yang tumbuh lebih dari 40%. 

Menurut Lani, likuiditas saat ini masih ample karena permintaan kredit memang masih sangat lemah. “Kredit mungkin tidak akan naik dalam waktu dekat,” sebutnya. 

Namun, Lani bilang pertumbuhan DPK korporasi ke depannya bakal tergantung instrumen lain yang tersedia di pasar, termasuk surat utang. Saat ini, Lani melihat DPK memang menjadi pilihan paling konservatif untuk memarkir idle fund. “Bebas risiko soalnya,” kata Lani. 

Baca Juga: CIMB Niaga Mencatat Permintaan Kredit Korporasi Saat Ini Masih Rendah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×