kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Kredit Konsumsi Marak Karena Diberikan ke Individu


Senin, 09 Agustus 2010 / 09:39 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sorotan Bank Indonesia yang menganggap bank-bank lebih senang mengucurkan kredit konsumsi ketimbang kredit modal kerja ditanggapi beragam oleh bankir. Wakil Direktur Utama Bank Panin Roosniati Salihin mengatakan, tingginya pertumbuhan kredit konsumsi dikarenakan kredit ini diberikan kepada perorangan. Biasanya, jumlahnya tidak besar dan si penerima kredit memiliki penghasilan yang jumlahnya tetap. Alhasil, waktu yang dibutuhkan untuk menganalisis kemampuan membayar nasabah sangat cepat.

"Berbeda dengan kredit modal kerja dan investasi yang membutuhkan waktu yang lebih panjang bagi bank untuk menganalisis cash flow," ujarnya, Minggu (8/8).

Selain itu, bank harus menjaga pertumbuhan kredit konsumsi. "Setiap bulan, outstanding kredit konsumsi di bank pasti akan turun karena adanya pembayaran cicilan. Untuk menjaga target outstanding kredit konsumsi, bank harus menyalurkan kredit konsumsi baru," tambahnya.

Roosniati membantah, bank malas menyalurkan kredit modal kerja dan investasi. "Bank tentu akan senang bertumbuh dengan dunia usaha karena menimbulkan multiplayer effect tetapi bank juga harus berhati-hati dalam menyalurkan kredit," jelasnya.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menilai, kredit modal kerja dan investasi memiliki jangka waktu menengah dan panjang. "Tidak mungkin dicairkan sekaligus. Hal ini tercermin dari tingginya kredit mubazir di bank," ujarnya. Untuk itu, perlu stimulus dari pemerintah agar kredit modal kerja dan investasi mengucur deras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×