kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kredit melaju, ROA perbankan diprediksi bakal naik di akhir tahun


Selasa, 09 Oktober 2018 / 15:52 WIB
Kredit melaju, ROA perbankan diprediksi bakal naik di akhir tahun
ILUSTRASI. Uang rupiah

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai tujuh bulan pertama, rasio profitabilitas atau return on asset (ROA) perbankan sedikit menurun.

Berdasarkan data statistik perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) posisi ROA per Juli 2018 berada di level 2,46%, turun tipis dibandingkan periode pada periode yang sama tahun lalu sebesar 2,49%. Kendati demikian, laba sebelum pajak perbankan secara industri memang masih tumbuh walau tak begitu spektakuler.


Catatan OJK menunjukan laba sebelum pajak per Juli 2018 mencapai Rp 177,12 triliun, posisi ini meningkat dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 163,95 triliun atau naik 8,03% secara tahunan atau year on year (yoy).

Sementara rata-rata total aset perbankan mencapai Rp 7/187,44 triliun pada Juli 2018 lalu alias tumbuh 8,96% yoy.

Sejumlah bank yang dihubungi Kontan.co.id mengatakan, pada akhir tahun lalu ROA masih bakal tumbuh lebih tinggi. Hal ini seiring dengan proyeksi pertumbuhan kredit memang dipatok oleh regulator di kisaran 10%-12% akhir tahun.

Bila melihat data OJK pada Agustus 2018 saja pertumbuhan kredit sudah naik 12,12% secara tahunan. OJK memprediksi hingga akhir tahun kredit bank setidaknya mampu tumbuh 13% yoy.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengatakan, pada akhir tahun setidaknya ROA BTN dapat dijaga di kisaran 1,6%-1,7%.

Direktur Resiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso menilai salah satu indikatornya antara lain prediksi peningkatan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BTN yang bakal mencapai target.

Asal tahu saja, bank spesialis kredit perumahan ini mematok NIM bakal terjaga di 4,7% akhir tahun. "Indikatornya adalah prediksi peningkatan NIM yang diperkirakan akhir tahun dapat mencapai target sebesar 4,7%. Target profit pun masih tetap dan kami berharap dapat dicapai sesuai target," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (9/10).

Sebelumnya, BTN memperkirakan tahun ini laba perusahaan mampu tumbuh lebih dari 25% secara tahunan. Target laba ini antara lain didapat dari kenaikan kredit sebesar 22%-24%. Hal tersebut memang sejalan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan kinerja BTN yang dipatok 17%-20%.

Sementara itu, Mahelan menyebut posisi ROA BTN saat ini sampai dengan kuartal III-2018 berada di kisaran 1,4%-1,55%.

Selain BTN, PT Bank OCBC NISP Tbk juga optimis ROA masih dapat bergerak naik di tahun ini. Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja memperkirakan pada akhir tahun ROA OCBC NISP dapat mencapai 2,1%-2,2%.

Salah satu indikatornya antara lain laba bersih yang diprediksi bakal tumbuh 10% di penghujung tahun 2018. "ROA OCBC NISP diperkirakan sekitar 2,1%-2,2%. Profit diperkirakan tumbuh di atas 10%," ujarnya.

Salah satu upaya OCBC NISP untuk meningkatan ROA adalah dengan meningkatkan dana murah alias current account and saving account (CASA). Sambil mengoptimalisasi produktivitas dan efisiensi.

Per kuartal II-2018, ROA OCBC NISP berada di level 2,14% membaik dari tahun sebelumnya 2,08%.

Sebagai informasi tambahan saja, OJK mencatatkan ROA BUKU I turun dari 1,77% per Juli 2017 menjadi 1,62% per Juli tahun ini. Sementara BUKU II dan III masing-masing mencatatkan ROA sebesar 1,52% dan 1,8%. Keduanya sama-sama turun dari periode tahun sebelumnya yaitu 1,64% dan 2,03%.

Bank penguasa pasar yakni BUKU IV malah mencatat kenaikan ROA 3,15% dari tahun sebelumnya 3,01%.





Close [X]
×