kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Simpanan Nasabah Jumbo BCA Tumbuh 15% pada Semester I-2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 15:23 WIB
Simpanan Nasabah Jumbo BCA Tumbuh 15% pada Semester I-2026
ILUSTRASI. Menara BCA (Dok/BCA)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan dana dari nasabah kelas atas masih solid hingga semester I-2026. Perseroan melaporkan nilai simpanan pada rekening dengan saldo di atas Rp 5 miliar meningkat 15% secara tahunan (year on year/YoY).

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, tidak hanya nilai simpanannya yang meningkat, jumlah rekening pada segmen tersebut juga terus bertambah.

"Hingga Juni 2026, jumlah rekening dengan nilai simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh 8% YoY. Secara total nilai simpanannya juga tercatat naik 15% YoY," ujar Hera kepada kontan.co.id.

Baca Juga: BPKH Gandeng Bank Muamalat Perluas Ekosistem Haji Nasional

Secara keseluruhan, BCA membukukan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.284 triliun hingga Juni 2026, meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Hera, pertumbuhan penghimpunan dana tersebut masih didominasi oleh kenaikan giro dan tabungan. Alhasil, komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) tetap terjaga tinggi, yakni sekitar 84,3% dari total DPK.

Ia menjelaskan, pertumbuhan simpanan pada dasarnya dipengaruhi berbagai faktor makroekonomi, baik dari kondisi global maupun domestik.

"Pada umumnya, pertumbuhan simpanan dan dana pihak ketiga akan bergantung pada sejumlah variabel makroekonomi, baik dari kondisi eksternal maupun kondisi domestik," katanya.

Untuk menjaga momentum penghimpunan dana, BCA terus memperkuat layanan kepada seluruh segmen nasabah, termasuk nasabah affluent melalui layanan BCA Solitaire dan BCA Prioritas.

Perseroan juga konsisten menerapkan strategi hybrid banking dengan mengintegrasikan layanan digital dan jaringan kantor cabang agar dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan nasabah.

"Mencermati kebutuhan nasabah yang dinamis dan beragam, BCA secara konsisten mengusung konsep hybrid banking untuk memberikan layanan secara holistik, baik di ekosistem online maupun offline. Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan posisi di pasar dan senantiasa bertumbuh," jelas Hera.

Selain itu, BCA akan terus memperkuat proposisi layanan wealth management melalui penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif dan pendekatan relationship banking. Langkah tersebut dilakukan seiring upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dana pihak ketiga dan efisiensi biaya pendanaan (cost of fund).

Baca Juga: YOII Cermati Faktor yang Berpotensi Mengerek Biaya Klaim Asuransi Kendaraan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×