Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 19% secara tahunan (yoy).
Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar 13% yoy serta peningkatan simpanan nasabah sebesar 12% yoy.
Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki mengatakan, pertumbuhan intermediasi dan pendanaan tetap terjaga dengan didukung pengelolaan risiko dan kualitas aset yang disiplin.
"Kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Dalam sisi intermediasi, Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp 232,6 triliun, tumbuh 13% yoy per 30 September 2026.
Baca Juga: Survei HSBC: 84% Manajer Keuangan Indonesia Optimistis AI Dongkrak Treasury
Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja berbagai lini bisnis, termasuk Enterprise Banking and Financial Institution yang meningkat sebesar 20%, SME Banking yang meningkat sebesar 9%, Consumer Banking yang meningkat sebesar 5%, serta anak perusahaan Danamon yang juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7%.
Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito meningkat 12% yoy menjadi Rp 190,5 triliun.
Sementara pada aspek profitabilitas, pendapatan operasional meningkat 5% yoy menjadi Rp 19,0 triliun. Penurunan biaya kredit sebesar 5% yoy turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,5 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, Danamon membukukan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) sebesar 8,0%.
Pada kualitas aset per 30 September 2026, rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik 190 basis poin menjadi 7,7%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) mencapai 282,0%.
"Meskipun kondisi pasar tetap kompetitif dan dinamika ekonomi global masih memerlukan perhatian, Danamon terus berfokus pada pengelolaan risiko yang disiplin, kualitas aset yang sehat, serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














