kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Laba bersih HSBC Group naik jadi US$ 21,9 miliar


Selasa, 28 Februari 2012 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Kamar tamu Vue Palace Hotel di Bandung, Jawa Barat, yang dimiliki PT Planet Properindo Jaya Tbk (PLAN).


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sepanjang 2011 lalu, laba bersih HSBC Holding Plc (HSBC Group) naik 15% dibandingkan 2010 menjadi US$ 21,9 miliar. Sekitar 60% dari laba bersih tersebut berasal dari kontribusi bisnis HSBC yang tersebar di Hongkong dan Asia Pasifik. Kondisi ini memperlihatkan cukup solidnya perekonomian Asia dalam menghadapi krisis ekonomi global.

"Di Hong Kong kontribusinya hampir 26%. Kenaikannya 29,9% dibandingkan 2010. Sementara itu, Asia Pasifik mencapai 34,6% atau naik 31% dibandingkan 2010," kata Direktur Global Market HSBC Indonesia Ali Setiawan, Senin (27/2).

Pendorong kenaikan laba bersih perseoran tahun ini datang dari commercial banking yang laba sebelum pajaknya naik 31% menjadi US$ 7,9 miliar dibandingkan 2010. Laba sebelum pajak di sektor global banking and markets menyusut 24% menjadi US$ 7 miliar dibandingkan 2010. Sementara laba sebelum pajak retail banking dan wealth management naik 11% menjadi US$ 4,3 miliar.

Dari segi cost efficiency ratio (CER), tahun lalu HSBC Group naik menjadi 57,5% dibandingkan 55,2%. Ali menuturkan, menargetkan HSBC Group akan menurunkan CER supaya bisa berada di level 48%-52% pada 2013.

Sejak tahun lalu HSBC telah melakukan 16 penutupan bisnis. Sementara untuk tahun 2012 saja, sudah tiga penutupan bisnis yang dilakukan HSBC Group. Yang terbaru adalah penghentian bisnis layanan nasabah primer di Jepang.

"Kami memang menyiapkan strategi terkait efisiensi di setiap negara. Kalau ada potensi besar di satu negara kami akan tambahkan investasi di situ. Namun, jika di negara lain kami lihat potensinya kurang, kami akan lakukan efisiensi di situ," jelas Ali.

Bagaimana dengan Indonesia? Ali mengungkapkan, sejauh Indonesia masih menjadi potensi pasar yang menarik di mata HSBC Group. "Indonesia termasuk salah satu fokus strategi kami di Asia. Kami melihat Indonesia bagus untuk pengembangan. Seperti halnya, China, India, dan Malaysia," tukas Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×