kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba BNI naik 2,5% jadi Rp 15,38 triliun di 2019, ini faktornya


Rabu, 22 Januari 2020 / 18:26 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melayani nasabah di Bank BNI Jakarta, Kamis (19/12). Laba BNI naik 2,5% jadi Rp 15,38 triliun di 2019./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/19/12/2019


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Di sisi lain, lantaran NII hanya tumbuh relatif tipis. Rasio margin bunga bersih BNI alias net interest margin (BNI) terpantau mengalami penurunan sebanyak 40 basis poin (bps) menjadi 4,9%.

Bank bersandi bursa BBNI ini menjelaskan, NIM yang menurun tersebut juga terdampak ketatnya persaingan likuiditas di tahun 2019. Akibatnya, cost of fund (COF) perseroan pun terkerek naik.

Baca Juga: LPS: Simpanan di bawah Rp 500 juta melambat akibat pendapatan masyarakat menurun

Memang, pada presentasi perusahaan COF BNI naik dari 2,8% di tahun 2018 menjadi 3,2% per akhir 2019. Meski begitu, tahun lalu BNI tetap mampu mencatatkan kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 6,1% yoy menjadi Rp 614,31 triliun.

Adapun, di tahun 2020 ini BNI berharap COF bisa turun dari 3,2% menjadi 3% atau maksimal 3,1%. "NIM kami harapkan di 2020 menjadi 4,9% sampai 5%," pungkasnya. Sementara untuk kredit dan DPK, diproyeksi tumbuh di kisaran 10%-12%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×