kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Citi Indonesia Melesat 46% Jadi Rp 1,7 Triliun Hingga Kuartal III-2023


Senin, 13 November 2023 / 14:44 WIB
Laba Citi Indonesia Melesat 46% Jadi Rp 1,7 Triliun Hingga Kuartal III-2023
ILUSTRASI. Citi baru-baru ini dinobatkan sebagai Bank of the Year di Asia Pasifik pada International Financing Review (IFR) Asia Awards 2022 berdasarkan keputusan dari editor IFR Asia.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III/2023 sekitar 46% secara tahunan (YoY). Nilainya mencapai Rp 1,7 triliun.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan ketahanan dan adaptabilitas bank terhadap tantangan perekonomian global. Di mana, bisnis inti dan interconnected Citi Indonesia tetap tumbuh.

“Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih di lini bisnis institutional banking,” ujar Batara, Senin (13/11).

Baca Juga: Perbankan Siapkan Antisipasi Hadapi Kondisi Global yang Kian Tak Pasti

Capaian tersebut sejalan dengan kredit Citi Indonesia di periode yang sama mampu naik 11,7% YoY. Oleh karenanya, total aset Citi Indonesia juga naik 4,8% menjadi Rp 99 triliun.

Sementara itu, Batara juga menegaskan bahwa pihaknya tetap memastikan menjaga kualitas kredit di periode ini. Di mana, rasio NPL gross tercatat berada di level 3%.

“Perusahaan terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nili kredit yang sebagaimana tercermin dalam rasio NPL net sebesar 0,3%,” tambah Batara.

Baca Juga: Citi Indonesia Berikan Fasilitas Pinjaman Senilai Rp 650 Miliar untuk PNM

Di sisi lain, rasio kecukupan likuiditas (LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR) Citi Indonesia tetap berada di level yang kuat. LCR berada di level 265% dan NSFR berada di level 129%.

Batara juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih memiliki modal yang kuat di periode tersebut dengan rasio kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 30,5%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×