kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.980   67,00   0,37%
  • IDX 5.716   73,01   1,29%
  • KOMPAS100 739   11,51   1,58%
  • LQ45 560   6,77   1,22%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   3,07   0,98%
  • IDXHIDIV20 391   1,23   0,32%
  • IDX80 84   1,13   1,36%
  • IDXV30 107   -0,15   -0,14%
  • IDXQ30 102   0,62   0,61%

Langkanya institusi pendidikan asuransi


Kamis, 07 Agustus 2014 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Ada program Motis (Motor Gratis) untuk mendukung Angkutan Lebaran 2023 yang dihelat oleh Kemenhub. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyebut, institusi pendidikan bidang asuransi di Indonesia masih langka. Lihat saja, saat ini, baru terdapat tiga institusi pendidikan asuransi, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA), Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, dan program D3 Asuransi dan Aktuaria di Universitas Indonesia.

Bahkan, menurut Anton Lie, Ketua Komisi Pendidikan DAI, 50 institusi pendidikan asuransi saja belum tentu cukup untuk menghasilkan tenaga-tenaga ahli asuransi. “Di samping alasan lain, yaitu minimnya minat pasar terhadap profesi di bidang asuransi,” ujarnya, Kamis (7/8).

Padahal, melihat potensi pasarnya yang besar, kebutuhan sumber daya manusia di industri asuransi sangat besar, terutama di wilayah-wilayah selain Jakarta. Saat ini, tenaga ahli yang ada tidak mencukupi. Bahkan, profesi aktuaris menjadi sangat terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×