kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.907   -81,00   -0,45%
  • IDX 6.146   24,78   0,40%
  • KOMPAS100 798   4,40   0,55%
  • LQ45 610   1,85   0,30%
  • ISSI 214   1,79   0,84%
  • IDX30 338   0,36   0,11%
  • IDXHIDIV20 429   2,41   0,56%
  • IDX80 91   0,49   0,54%
  • IDXV30 116   0,99   0,86%
  • IDXQ30 110   0,48   0,43%

Langkanya institusi pendidikan asuransi


Kamis, 07 Agustus 2014 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Ada program Motis (Motor Gratis) untuk mendukung Angkutan Lebaran 2023 yang dihelat oleh Kemenhub. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyebut, institusi pendidikan bidang asuransi di Indonesia masih langka. Lihat saja, saat ini, baru terdapat tiga institusi pendidikan asuransi, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA), Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, dan program D3 Asuransi dan Aktuaria di Universitas Indonesia.

Bahkan, menurut Anton Lie, Ketua Komisi Pendidikan DAI, 50 institusi pendidikan asuransi saja belum tentu cukup untuk menghasilkan tenaga-tenaga ahli asuransi. “Di samping alasan lain, yaitu minimnya minat pasar terhadap profesi di bidang asuransi,” ujarnya, Kamis (7/8).

Padahal, melihat potensi pasarnya yang besar, kebutuhan sumber daya manusia di industri asuransi sangat besar, terutama di wilayah-wilayah selain Jakarta. Saat ini, tenaga ahli yang ada tidak mencukupi. Bahkan, profesi aktuaris menjadi sangat terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×