kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Layanan BI-Fast Masih Sering Bermasalah, Ini Kata BCA


Rabu, 28 Februari 2024 / 14:44 WIB
Layanan BI-Fast Masih Sering Bermasalah, Ini Kata BCA


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keberadaan layanan BI-Fast yang bisa digunakan untuk transfer antar bank memang tengah menjadi solusi karena menawarkan tarif yang lebih murah. Namun, itu menjadi anomali ketika layanan tak jarang mengalami gangguan.

Ambil contoh, layanan BI-Fast dalam aplikasi mobile banking milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Selama dua hari terakhir, beberapa kali layanan BI-Fast tidak bisa digunakan untuk melakukan transfer.

Dalam percobaan terbaru, KONTAN mencoba melakukan layanan BI-Fast dari aplikasi MyBCA pukul 14.15 pada 28 Februari 2024 dan tetap gagal. Tertulis notifikasi bahwa sedang dilakukan pemeliharaan sistem layanan BI-Fast di luar jaringan BCA.

Baca Juga: Kredit Kendaraan Bermotor BCA Tumbuh 20,8% Jadi Rp 56,9 Triliun pada 2023

Ketika dikonfirmasi, Direktur Transaction Banking Business Development & Marketing BCA Santoso mengungkapkan bahwa memang ada ketidakstabilan yang terjadi pada layanan BI-Fast dalam beberapa hari terakhir.

Hanya saja, ia memastikan kondisi tersebut sejatinya bukan berasal dari BCA melainkan keseluruhan ekosistem BI-Fast itu sendiri. Di mana, layanan BI-Fast yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) ini juga bergantung pada bank lainnya.

“Sejauh ini kami deteksi dari BCA tidak masalah, tapi dari luar itu juga mempengaruhi, baik itu di BI maupun rekening tujuan,” ujarnya kepada KONTAN Rabu (28/2).

Selain itu, Santoso juga melihat permasalahan ini bisa terjadi karena saat ini merupakan tanggal orang-orang gajian. Di mana, mungkin saja ada beban transaksi yang terlalu tinggi sehingga tak stabil.

Baca Juga: Sempat Sentuh Harga Rp 10.000, Akankah BBCA Ada Rencana Stock Split?

Ia bilang kondisi layanan BI-Fast saat ini masih belum stabil, artinya kadang bisa digunakan dan kadang tidak bisa lagi. Oleh karenanya, ia menyarankan nasabah untuk mencobanya beberapa kali.

Dengan permasalahan tersebut, Santoso yang juga merupakan ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bakal terus mendorong pengembangan layanan BI-Fast ini agar semakin baik. Ia pun melihat BI juga memiliki semangat yang sama terkait hal itu.

“BI saya kira juga memiliki pemikiran dan inisiatif sehingga kita tunggu saja,” tandasnya.

Selanjutnya: Soal Hak Angket Pemilu, Begini Tanggapan PDI-P

Menarik Dibaca: Yuk, Investasi Halal dengan Imbalan Pasti, Sukuk Ritel SR020 Beri Kupon 6,4%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×