kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

LPS minta bank BUKU I dan BUKU II waspadai risiko likuiditas


Rabu, 28 November 2018 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Destry Damayanti


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta bank kecil kelompok bank BUKU I dan bank BUKU II atau yang mempunyai modal inti di bawah Rp 5 triliun untuk mewaspadai risiko likuiditas.

Pasalnya, ke depan persaingan memperebutkan deposito antara bank besar BUKU III dan BUKU IV dan bank kecil BUKU II dan BUKU I akan semakin ketat. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan bunga deposito bank besar yang sudah lebih tinggi dibanding bank kecil.

Destry Damayanti, anggota Dewan Komisioner LPS mengatakan risiko likuiditas bank kecil ini juga didorong oleh kelompok bank ini yang gencar menyalurkan kredit.

“Kenaikan bunga deposito bank besar ini akan menyebabkan dana deposito bank kecil pindah,” kata Destry, Rabu (28/11).

Risiko likuiditas bank kecil ini diperparah dengan langkah pemerintah yang cukup agresif untuk mengeluarkan obligasi ritel dengan yield yang menarik. Secara umum pada tahun depan risiko likuiditas merupakan salah satu isu yang akan diperhatikan bankir selain risiko suku bunga.

Apalagi tahun depan diproyeksi suku bunga acuan The Fed akan naik sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Secara industri, LDR perbankan sebesar 94%. Bank harus benar-benar warning terkait likuiditas jika LDR bank sudah mencapai 100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×