kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

LPS minta bank BUKU I dan BUKU II waspadai risiko likuiditas


Rabu, 28 November 2018 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Destry Damayanti


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta bank kecil kelompok bank BUKU I dan bank BUKU II atau yang mempunyai modal inti di bawah Rp 5 triliun untuk mewaspadai risiko likuiditas.

Pasalnya, ke depan persaingan memperebutkan deposito antara bank besar BUKU III dan BUKU IV dan bank kecil BUKU II dan BUKU I akan semakin ketat. Hal ini bisa dilihat dari kenaikan bunga deposito bank besar yang sudah lebih tinggi dibanding bank kecil.

Destry Damayanti, anggota Dewan Komisioner LPS mengatakan risiko likuiditas bank kecil ini juga didorong oleh kelompok bank ini yang gencar menyalurkan kredit.

“Kenaikan bunga deposito bank besar ini akan menyebabkan dana deposito bank kecil pindah,” kata Destry, Rabu (28/11).

Risiko likuiditas bank kecil ini diperparah dengan langkah pemerintah yang cukup agresif untuk mengeluarkan obligasi ritel dengan yield yang menarik. Secara umum pada tahun depan risiko likuiditas merupakan salah satu isu yang akan diperhatikan bankir selain risiko suku bunga.

Apalagi tahun depan diproyeksi suku bunga acuan The Fed akan naik sebanyak dua sampai tiga kali lagi. Secara industri, LDR perbankan sebesar 94%. Bank harus benar-benar warning terkait likuiditas jika LDR bank sudah mencapai 100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×