Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi suku bunga simpanan tinggi masih bakal membebani kinerja keuangan perbankan.
LPS mencatat, hingga Maret 2026 suku bunga simpanan industri perbankan masih dalam tren kenaikan meski relatif terbatas. Kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 menjadi satu-satunya yang berhasil menahan suku bunga simpanan, yakni di level 3,82%
Sementara itu, suku bunga simpanan KBMI 2 naik 1 bps ke level 3,70%, KBMI 3 naik 2 bps menjadi 3,46%, dan KBMI 4 naik 2 bps ke level 2,90%.
Dalam laporannya, LPS menyebut tren kenaikan suku bunga simpanan saat ini utamanya dipengaruhi oleh strategi bank dalam menjaga likuiditas di tengah dinamika kompetisi penghimpunan dana.
Baca Juga: Bank Bumi Arta (BNBA) Akan Gelar RUPST 18 Juni 2026
Ke depan, LPS memprediksi arah suku bunga simpanan bakal cenderung turun secara gradual. Namun, penurunan tersebut masih bakal terbatas.
“Sejalan dengan kondisi likuiditas perbankan dan tingkat kompetisi lintas bank,” tulis LPS dalam laporan Indikator Pasar Keuangan April 2026, dikutip Selasa (12/5/2026).
Secara rinci disebutkan bahwa katalis utama yang bakal mendorong penurunan suku bunga simpanan bank adalah ketersediaan likuiditas, termasuk yang bersumber dari penempatan dana pemerintah.
Namun begitu, LPS melihat dinamika kompetisi penghimpunan dana masih bakal tinggi. Hal itu utamanya terjadi pada segmen simpanan besar dan korporasi.
Dalam kondisi ini, LPS memprediksi laju penurunan biaya dana (cost of fund) perbankan juga bakal tertahan.
Apalagi, LPS juga mencatat simpanan dengan suku bunga tinggi di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) masih stagnan di atas 30% total simpanan.
Untuk diketahui, hingga Maret 2026 total simpanan perbankan mencapai Rp 10.250 triliun. Sementara LPS mencatat simpanan di atas TBP mencapai 33% dari total simpanan. Artinya, jumlah simpanan di atas TBP mencapai kisaran Rp 3.383 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













