kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.085   2,00   0,01%
  • IDX 6.140   48,71   0,80%
  • KOMPAS100 805   8,68   1,09%
  • LQ45 614   7,44   1,23%
  • ISSI 212   1,82   0,87%
  • IDX30 346   4,36   1,28%
  • IDXHIDIV20 426   3,35   0,79%
  • IDX80 92   1,03   1,14%
  • IDXV30 116   0,63   0,55%
  • IDXQ30 111   1,33   1,22%

LPS ramal kondisi likuiditas di 2020 lebih baik dari tahun lalu


Selasa, 14 Januari 2020 / 18:14 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melintas di Maybank Jakarta, Jumat (10/1). LPS ramal kondisi likuiditas di 2020 lebih baik dari tahun lalu./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/10/01/2020.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Berlandaskan pandangan tersebut, LPS pun meramal kondisi likuiditas perbankan tahun ini akan lebih likuid. Sebagai tambahan informasi saja, Bank Indonesia mencatat total DPK sudah tumbuh 6,4% secara year on year (yoy) per November 2019 menjadi Rp 5.752,1 triliun. Posisi tersebut terbilang membaik dari periode bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 5,9% yoy.

Penunjangnya, salah satunya ada peningkatan dari sisi dana giro perbankan yang tumbuh 5,5% menjadi Rp 1.336,8 triliun di bulan November 2019 lalu setelah sempat tumbuh di bawah 5%. Sementara itu, pertumbuhan tabungan juga terus membaik hingga mencapai 7,2% menjadi Rp 1.889,2 triliun.

Sejalan dengan itu, realisasi kredit perbankan juga menjadi lebih maksimal atau tumbuh sebesar 7% yoy menjadi Rp 5.549,4 triliun. Lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,6%. 

Baca Juga: Gandeng WeChat Pay, CIMB Niaga targetkan dana murah tumbuh dua digit

Peningkatan kredit terjadi pada debitur korporasi yang naik dari 6,1% yoy per Oktober 2019 menjadi 7,4% di bulan berikutnya. Namun, di sisi lain kredit pada perorangan justru melambat dari 8,4% pada Oktober 2019 menjadi 7,8% di akhir November 2019.

Halim menyebut, tahun 2019 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan sesuai dengan prediksi yakni di kisaran 8%-10% secara yoy. "Saya kira akan sama (sesuai proyeksi), kalau kondisi membaik tentunya permintaan bisa didorong. Tapi risiko masih ada," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×