kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Malangnya nasib nasabah Diamond Investa, sudah jatuh tertimpa tangga


Kamis, 25 November 2010 / 05:22 WIB
Malangnya nasib nasabah Diamond Investa, sudah jatuh tertimpa tangga
ILUSTRASI. Ayam Gejrot Mak Ayu


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Begitulah nasib Hengky, nasabah produk asuransi berbasis investasi, Diamond Investa (DI), yang hingga kini masih menanti pengembalian dananya yang mandek oleh PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life), dan menjadi korban bencana alam akibat erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Bakrie Life selalu terlambat membayar cicilan pokok pengembalian dana nasabah DI, padahal saat ini saya dan sekeluarga juga menderita kerugian akibat erupsi Gunung Merapi,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (24/11).

Menurut Hengky, Bakrie Life hingga kini belum memenuhi kewajibannya membayar cicilan pokok ketiga atau per September 2010 sebesar 6,25% dari dana yang diinvestasikannya, termasuk bunga sejak Juli hingga Oktober 2010. Sebelumnya, pertengahan Oktober 2010 lalu, Bakrie Life sempat menyelesaikan kewajibannya sebesar Rp 30 miliar. Sayang, lagi-lagi pembayaran cicilan tersebut tidak berjalan mulus alias tidak berlanjut.

“Dengan kondisi saat ini, saya ingin Bakrie Life menyelesaikan kewajibannya. Toh, selama ini, dalam menyelesaikan pembayarannya yang terlambat, Bakrie Life tidak pernah dikenai denda atau sanksi,” tutur Hengky.

Menurut Anggota Tim Penyelamatan dan Pengembalian Dana Nasabah (TP2DN) Yoseph, Bakrie Life menyisakan total kewajiban sebesar Rp 290 miliar kepada 250 nasabah DI dengan nilai investasi masing-masing di atas Rp 200 juta.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Achsanul Kosasih mengaku belum saatnya DPR turun tangan menangani kasus ini. “DPR belum merasa perlu untuk masuk ke urusan Bakrie Life,” ujarnya singkat melalui pesan telepon genggam.

Sekadar menyegarkan ingatan, Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi nasabah DI sebesar Rp 360 miliar. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara manajemen dengan nasabah terkait pengembalian dana tersebut, manajemen menjanjikan beberapa skema.

Skema pembayaran angsuran pokok dana tersebut sebesar 25% di tahun ini, yakni pada Maret sebanyak 6,25%, Juni 6,25%, September 6,25%, dan Desember 6,25%. Kemudian, 25% di 2011, Maret 6,25%, Juni 6,25%, September 6,25% dan Desember 6,25%. Dan, pembayaran terakhir sebesar 50% menurut rencana pada Januari 2012.

Tentu saja, perjuangan para nasabah DI ini belum usai hingga Bakrie Life membayar lunas hak-hak mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×